Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Komisi 2 Minta Dinkes Medan Perhatikan Lonjakan Pasien Rawat Inap di RS

Juli Rambe • Kamis, 13 November 2025 | 09:06 WIB
Anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. (Dok: istimewa)
Anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. (Dok: istimewa)

 

MEDAN, SUMUT POS- Anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan untuk memperhatikan kondisi melonjaknya pasien di seluruh rumah sakit (RS) di Kota Medan. Mengingat saat ini, banyak masyarakat Kota Medan yang terjangkit penyakit menular seperti Influenza tipe A hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Saat ini kamar-kamar rawat inap di RS-RS yang ada di Kota Medan banyak yang penuh. Melonjaknya pasien rawat inap ini harus diperhatikan secara serius oleh Dinkes Medan, apalagi sekarang kasus Influenza tipe A dan ISPA di Kota Medan sedang meningkat tajam," ucap Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Kamis (13/11/2025).

Dikatakan Afif, beberapa minggu terakhir dirinya kerap dihubungi masyarakat Kota Medan berstatus pasien BPJS Kesehatan yang mengeluh karena tidak mendapatkan kamar rawat inap di sejumlah rumah sakit.

"Saya yang meminta langsung ke pihak RS, dan itu tidak 1 ataupun 2 RS, tetapi banyak RS, tetapi semua RS yang saya hubungi memang sedang penuh kamar rawat inapnya. Saya hubungi pihak BPJS Kesehatan, saya cek langsung ke RS, ternyata benar memang semuanya penuh. Saya fikir kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh Dinkes Medan, harus ada strategi khusus yang dilakukan oleh Dinkes Medan," ujarnya.

Menurut Afif, Dinkes Medan perlu segera berkoordinasi dengan seluruh RS di Kota Medan dan BPJS Kesehatan agar kamar-kamar rawat inap di rumah sakit yang dikerjasamakan dengan program BPJS Kesehatan ataupun Universal Health Coverage (UHC) dapat ditambah dalam kondisi melonjaknya pasien seperti saat ini.

"Misalnya di satu RS, bed yang dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan itu sebanyak 30 sampai 50 persen dari total bed, kita minta dalam kondisi seperti ini total bed itu bisa ditambah menjadi 70 sampai 80 persen, jadi pasien yang mendapatkan pelayanan rawat inap bisa bertambah. Setelah kondisi kembali normal, pihak RS bisa mengurangi jumlah bed yang dikerjasamakan seperti semula," katanya.

Ketua Fraksi NasDem itu menegaskan, Dinkes Medan perlu melakukan intervensi kepada seluruh RS yang menjadi provider BPJS Kesehatan di Kota Medan agar tidak terus menerus menolak pasien BPJS Kesehatan ataupun UHC yang ingin mendapatkan pelayanan rawat inap.

"Sekali lagi, penambahan bed ataupun kamar rawat inap yang dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan di setiap RS perlu ditambah dalam kondisi melonjaknya pasien seperti saat ini. Harus ada intervensi dari Dinkes Medan dalam hal ini," tegasnya.

 Langkah Preventif Harus Ditingkatkan

Afif Abdillah juga meminta Dinkes Medan untuk meningkatkan langkah-langkah preventif ataupun strategi pencegahan agar penularan penyakit Influenza tipe A maupun ISPA tidak terus meningkat.

"Langkah preventif harus ditingkatkan oleh Dinkes Medan. Pencegahan ini harus dilakukan mulai dari tingkat puskesmas," katanya.

Menurutnya, bila puskesmas bisa memberikan pelayanan kesehatan dasar yang maksimal kepada masyarakat, maka jumlah pasien yang kondisinya memburuk hingga harus rawat inap di RS dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Puskesmas bersama pihak kelurahan juga perlu mendata warga yang sakit serta memberikan pelayanan dan edukasi yang tepat. Bila perlu, puskesmas dapat membagikan masker kepada masyarakat yang sedang terjangkit flu ataupun ISPA agar penularannya tidak terus meningkat," tuturnya.

Selain itu, Dinkes Medan juga dinilai perlu untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan agar pencegahan penularan di lingkungan sekolah dapat ditekan secara maksimal.

"Karena saat ini yang paling banyak terjangkit itu adalah anak-anak dan lansia. Jadi saya fikir ini penting untuk menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya Dinkes Medan," tutupnya.

Seperti diketahui, Dinkes Provinsi Sumatera Utara mencatatkan, terdapat 669.835 kasus ISPA yang terjadi di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara sepanjang periode Januari - September 2025.

 

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menegaskan, Kota Medan menjadi daerah di Sumatera Utara dengan kasus ISPA tertinggi dengan total 192.489 kasus sepanjang Januari - September 2025. (map/ram)

 

 

 

Editor : Juli Rambe
#DPRD Medan #Afif Abdillah #dinkes medan