MEDAN, sumutpos.jawapos.com - Banjir besar yang melanda Kota Medan pada Kamis (27/11/2025) membuat semua masyarakat panik. Banjir ini melanda hampir semua wilayah di Kota Medan. Tim penyelamatan pun kewalahan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumahnya.
Kondisi ini membuat Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Medan tidak tinggal diam. Mereka terjun ikut melakukan penyelamatan dengan mengevakuasi warga yang terjebak di rumahnya masing-masing.
Dipimpin Ketua Pengkot FAJI Medan M Fadly, atlet arung jeram binaan KONI Kota Medan bahu-membahu menyelamatkan warga di Jalan Brigjen Katamso, Gang Pelita, Kampung Baru.
Tim FAJI Medan melakukan evakuasi mulai pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB. Bermodalkan satu perahu karet milik pribadi, tim FAJI Medan mengevakuasi sekitar 150 warga yang terdiri dari balita, bayi, anak-anak, ibu-ibu, hingga lansia.
"Banjir kemarin memang sangat besar. Kita terpanggil untuk ikut melakukan evakuasi. Apalagi banyak warga yang terjebak di rumahnya dan tim penyelamatan dari Pemko Medan terlambat datang," ujar Ketua FAJI Kota Medan, M Fadly, Minggu (30/11/2025).
Dijelaskan, mereka terpaksa melakukan evakuasi hingga tengah malam karena keterbatasan perahu. FAJI Medan hanya memiliki satu perahu karet yang juga merupakan milik pribadi atlet. "Perahu karet yang kita pakai kemarin milik pribadi atlet. Saat ini FAJI Medan tidak memiliki perahu sendiri," ujarnya.
Pria yang akrab dipanggil Lupus ini menambahkan, sebelumnya Dispora Kota Medan pernah memberikan satu unit perahu karet tahun 2022 lalu. Namun kondisi perahu itu saat ini dalam keadaan rusak.
"Perahu karet yang pernah diberikan Dispora Medan kemarin kondisi rusak. Kita sebenarnya sudah memohon bantuan perahu ke Pemko Medan saat bertemu dengan Wali Kota Pak Rico Waas beberapa waktu lalu," ungkapnya.
Fadly menambahkan, saat audiensi itu, Wali Kota Medan Rico Waas berjanji akan memberi bantuan perahu karet. Namun Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Medan beralasan tidak ada anggaran.
"Kita juga heran. Saat itu Pak Wali Kota berjanji akan memberikan bantuan. Tapi saat ditanyakan ke Dispora Medan, mereka bilang tak ada anggaran," paparnya.
Bukan hanya itu, Fadly juga mengungkapkan bahwa atlet FAJI Medan turut diusir dari Cadika Medan dan diminta untuk membuat permohonan. Padahal sebelumnya FAJI Medan menjadikan Danau Taman Cadika sebagai pusat latihan.
Baca Juga: PT Max Auto Indonesia & Maxride Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Medan
"Padahal saat bertemu dengan Pak Wali, kita juga memohon agar diperbolehkan latihan di Taman Cadika. Saat itu Pak Wali bilang akan diberi izin. Nyatanya sampai sekarang kita belum mendapatkan izin latihan di Taman Cadika," tegasnya.
Fadly berharap agar Pemko Medan membantu mereka. FAJI Medan bukan hanya organisasi olahraga, tapi juga bisa dilibatkan dalam penyelamatan, khususnya saat banjir. (dek)
Editor : Johan Panjaitan