MEDAN, sumutpos.jawapos.com - PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT), selaku Badan Usaha Jalan Tol Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) melanjutkan penanganan lanjutan di Km 41+600 arah Medan, Minggu (30/11/2025).
Berdasarkan rilis yang diterima Sumut Pos, Minggu (30/11/2025), pekerjaan difokuskan pada pemulihan struktur perkerasan jalan yang mengalami amblas, dipicu oleh curah hujan deras di wilayah Deli Serdang dan Kota Medan akibat Badai Siklon Senyar dalam beberapa hari terakhir sehingga aliran air yang cukup deras mempengaruhi kondisi dan kestabilan tanah pada area timbunan jalan.
Penanganan dilakukan secara paralel pada jalur arah Tebing tinggi dan jalur arah Medan melalui serangkaian kegiatan teknis untuk menjaga stabilitas struktur jalan
tetap aman dan percepatan kegiatan penanganan.
Pada jalur arah Tebing Tinggi, pekerjaan dimulai dengan pengujian tanah untuk mengetahui jenis kandungan serta kedalaman tanah sebagai dasar penyesuaian desain dan metode pelaksanaan di lapangan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemancangan dinding penahan tanah (sheet pile) sebagai perkuatan dalam membantu pekerjaan timbunan. Tahapan berikutnya adalah melakukan pengisian material grouting dan dipadatkan agar kestabilan timbunan perkerasan menjadi lebih aman.
Sementara pada jalur arah Medan, kegiatan diawali dengan pengujian tanah sebagai evaluasi teknis kondisi tanah. Kemudian pekerjaan dilanjutkan dengan pemancangan lembaran beton (sheet pile) sebagai perkuatan untuk pekerjaan timbunan. Kemudian dilanjutkan dengan penghamparan dan pemadatan material sirtu untuk menambah kepadatan tanah dasar sehingga kestabilan timbunan tetap aman.
Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran mobilitas selama penanganan berlangsung, diterapkan rekayasa lalu lintas pada titik terdampak. Bagi pengguna jalan dari arah Tebing Tinggi menuju Medan, kendaraan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Kemiri dan GT Kualanamu, sementara kendaraan dari arah Kualanamu menuju Medan dialihkan melalui GT Lubuk Pakam.
Pada jalur dari Medan menuju Kualanamu–Tebing Tinggi, lajur 1 masih dapat dilalui oleh kendaraan golongan 1 non-bus, sedangkan golongan 1 bus dan golongan 2 ke atas dialihkan melalui GT Tanjung Morawa (Ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa) sebagai langkah pencegahan terhadap pembebanan berlebih pada jalur tersebut, khususnya lajur 2 apabila dilalui kendaraan berukuran besar.
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama pelaksanaan rekayasa lalu lintas berlangsung. Para pengguna jalan tol diimbau untuk tetap berhati-hati, mengatur waktu serta rute perjalanan, memastikan kecukupan bahan bakar, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan. (dek)
Editor : Johan Panjaitan