Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Terkurung Banjir Tiga Hari, Ribuan Warga Komplek TKBM Sei Mati Terisolir, Bantuan Belum Tiba

Juli Rambe • Senin, 1 Desember 2025 | 16:00 WIB
TERISOLIR: Warga di Komplek TKBM, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, terisolir akibat banjir yang telah mengepung kawasan mereka selama tiga hari, hingga Senin (1/12/2025).
TERISOLIR: Warga di Komplek TKBM, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, terisolir akibat banjir yang telah mengepung kawasan mereka selama tiga hari, hingga Senin (1/12/2025).

 

MEDAN, SUMUT POS- Ribuan warga di Komplek TKBM, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, terisolir akibat banjir yang telah mengepung kawasan selama tiga hari, hingga Senin (1/12/2025).

Genangan air akibat hujan deras membuat akses keluar-masuk permukiman nyaris lumpuh, sementara bantuan kemanusiaan belum juga terlihat tiba.

Menurut laporan yang diperoleh Sumut Pos, banjir yang merendam kawasan tersebut memiliki ketinggian bervariasi, mulai dari sebetis orang dewasa, setinggi pinggang, hingga mencapai dada.

Warga menyebut, sedikitnya 1.000 rumah di 18 lingkungan di Kelurahan Sei Mati dimasuki air. Lingkungan 12, 15, 17, dan 18 menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Salah seorang warga, Syamsul Lubis (53), terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya karena rumahnya nyaris tenggelam.

“Ratusan warga mengungsi di masjid dan gereja. Kami belum mendapat bantuan sembako dari Pemko Medan maupun Muspika Medan Labuhan,” ungkap Lubis, warga Lingkungan 18.

Ia juga menambahkan bahwa warga sangat mengharapkan kehadiran tenda pengungsian dan posko darurat dari pihak pemerintah.

“Kami khawatir kalau tidak segera ada bantuan, warga bisa terserang penyakit akibat terlalu lama terendam dan mengungsi dalam kondisi seadanya,” katanya.

Sejumlah akses vital terpantau tidak dapat dilewati, di antaranya: Terowongan jalan tol yang biasa dilintasi warga, kini dipenuhi air, Simpang Cing Wan dan simpang kantor, yang terendam setinggi pinggang orang dewasa, Serta jalan alternatif di kawasan Simpang Cing Wan dan seputaran kantor kecamatan.

Tokoh pemuda Kecamatan Medan Labuhan, Ali Hidayat, turut menyoroti lambatnya respons pemerintah, khususnya Wali Kota Medan, yang disebutnya belum menampakkan kehadiran di lokasi bencana.

“Saat-saat beginilah kita melihat karakter pejabat yang tidak punya hati. Kalau benar pemimpin, mereka pasti datang, melihat, dan menyapa warga yang sedang menderita,” tegasnya.

Ia berharap Harapan agar bantuan sembako, tenda, dan obat-obatan segera disalurkan, posko darurat segera dibangun oleh Pemerintah Kota Medan dan muspika setempat segera turun langsung membantu evakuasi dan penanganan banjir. (san/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#banjir di medan #Warga terisolir karena banjir di Medan #Korban banjir di Medan