
SUMUT POS- Tidak ada yang bisa menolak, bila Allah SWT memanggil. Dan itu dibuktikan oleh para jamaah haji asal provinsi Aceh.
Walau mereka kesusahan karena baru dilanda bencana banjir dan longsor, para jamaah tetap bertekad menunaikan rukun islam kelima tersebut.
Diketahui, sebanyak 5.500 jamaah haji asal Aceh, termasuk petugas kloter, dipastikan berangkat ke Tanah suci.
Tak sedikit yang berangkat dengan pilu, meninggalkan tanah kelahiran yang luluh lantak demi memenuhi panggilan Allah.
"(Jamaah korban bencana) hampir 70% karena 18 kabupaten/kota yang terdampak," terang Jamaluddin Affan Asyi, Koordinator dan Pengendali Jamaah Haji Aceh di Makkah, Minggu (10/5) malam Waktu Arab Saudi (WAS).
Jamal ingat betul, berulang kali ia harus turun ke lapangan, mengumpulkan warga, untuk mendiskusikan soal pelunasan haji.
Sosialisasi pelunasan haji itu harus ia lakukan di tengah kondisi duka. Ada yang rumahnya hilang tertimbun material, ada pula yang rusak berat.
"Yang paling menyedihkan saya itu di (Aceh) Tamiang. Rumah sudah enggak ada, dan waktu itu hanya satu yang bisa melunasi biaya haji," tuturnya lirih.
Matanya berkaca-kaca, air matanya nyaris tumpah mengingat perjuangan para jamaah haji asal Aceh Tamiang melunasi biaya haji.


