Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Berhentikan Ijeck, Bahlil Disebut Mengkhianati Golkar

Johan Panjaitan • Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:19 WIB
Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Wakil Ketua Kordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Riza Fakhrumi Tahir, menyebut Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, telah menghianati Partai Golkar.

Ia menilai pemberhentian Musa Rajekshah dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara bukan keputusan murni Partai Golkar tetapi karena ada pesanan untuk mengamankan Bobby Nasution di pilkada mendatang.

Tokoh senior Partai Golkar ini menjelaskan posisi Bobby yang beririsan dengan dua Parpol yang berambisi memenangkan Golkar di Sumut, Partai Gerindra dan PSI. Bobby sendiri adalah anggota Partai Gerindra.

"Ijeck dengan Partai Golkar adalah instrumen demokrasi yang tidak terkalahkan di Pileg dan Pilgubsu mendatang. Maka, untuk mengalahkan Golkar Ijeck harus diberhentikan dulu dari jabatanya sebagai ketua, " sebutnya.

Dia menilai upaya memajukan figur lain sebagai pengganti Ijeck untuk melemahkan Golkar di Sumut. Kalau berhasil di Sumut, lanjutnya, maka akan berhasil di seluruh Indonesia. Golkar bakal tenggelam secara nasional.

Dalam hal ini, lanjutnya ada tiga orang terlibat dan paling bertangungjawab, Ketua Umum Bahlil, Sekjen Muhammad Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

" Mereka adalah orang paling bertangungjawab dalam pelemahan Golkar," ujar Ketua Bidang Organisasi MW KAHMI Sumut itu.

Menurut Riza, di bawah kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji, posisi Golkar sangat rawan dan berbahaya. Golkar terancam degradasi pada Pemilu mendatang.

Oleh sebab itu, Riza mengimbau para sesepuh, senior dan mantan ketua umum, Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setia Novanto dan Airlangga Hartarto menunjukkan keprihatinannya atas kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji di DPP Partai GOLKAR.

" Jangan anggap sepele pemberhentian Ijeck. Kasus Ijeck di Sumut bisa berimplikasi secara nasional. Kalau misi di Sumut berhasil, maka skenario melemahkan Golkar secara nasional akan mudah," ujar Riza. (rel/sih)

Editor : Johan Panjaitan
#dpd golkar sumut #dpp partai golkar #bahlil lahadalia #musa rajekshah