Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Warga Sari Rejo Desak Pustu, dr Dimas Pastikan Masuk RPJMD dan Siap Dikawal

Johan Panjaitan • Minggu, 12 April 2026 | 15:00 WIB

SOSIALISASI PERDA: Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Golkar, dr Dimas Sofani Lubis menggelar Sosialisasi Perda No.4 Tahun 2012 di Keamanan Medan Polonia, Minggu (12/4/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos) ;
SOSIALISASI PERDA: Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Golkar, dr Dimas Sofani Lubis menggelar Sosialisasi Perda No.4 Tahun 2012 di Keamanan Medan Polonia, Minggu (12/4/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos) ;

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Kebutuhan layanan kesehatan dasar di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, kian mendesak. Warga yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk berobat, kini mulai melihat secercah harapan.

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Dimas Sofani Lubis, menegaskan bahwa pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2025–2029.

“Ini bukan lagi wacana. Pembangunan Pustu di Sari Rejo sudah masuk RPJMD, dan akan terus saya kawal hingga terealisasi,” ujarnya saat sosialisasi Perda di Jalan Melati, Minggu (12/4).

Baca Juga: Dugaan Kebocoran Retribusi Parkir Binjai Menguat: Tanpa Karcis, Tanpa Akuntabilitas

Sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) RPJMD, Dimas memastikan proyek tersebut memiliki dasar perencanaan yang kuat dan wajib direalisasikan sebelum 2029. Bahkan, ia mendorong agar pembangunan dapat dipercepat.

Namun, di balik kepastian perencanaan, tantangan teknis masih menjadi hambatan. Persoalan utama terletak pada ketersediaan lahan yang memenuhi aspek legalitas.

“Saat ini kita masih mencari lahan yang tepat, dengan status hukum yang jelas. Ini penting agar proses pembebasan lahan oleh Pemko Medan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Desakan pembangunan Pustu bukan tanpa alasan. Warga Sari Rejo selama ini harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar wilayah, seperti Puskesmas di Jalan Starban.

Salah seorang warga, Fachrozi Lubis, mengungkapkan kesulitan tersebut. Menurutnya, jarak yang cukup jauh menjadi kendala, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan cepat.

“Untuk berobat saja kami harus ke Starban. Jauh dan menyulitkan, apalagi bagi yang sakit. Kami sangat berharap ada puskesmas di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Juventus Bungkam Atalanta 1-0, Nyonya Tua Merangsek ke Zona Liga Champions

Selain infrastruktur, warga juga menyampaikan berbagai persoalan terkait layanan kesehatan, termasuk akses dan pelayanan BPJS. Dalam forum tersebut, Dimas bersama perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Roy Pulungan, menjawab langsung berbagai pertanyaan warga secara terbuka.

Kehadiran pemerintah melalui forum sosialisasi ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan—sekaligus memastikan bahwa kebijakan tidak berhenti di atas kertas.

Dengan masuknya pembangunan Pustu ke dalam RPJMD, harapan warga kini bertransformasi menjadi target yang harus diwujudkan. Tinggal bagaimana komitmen tersebut dijaga hingga benar-benar hadir sebagai layanan kesehatan yang dekat, cepat, dan merata bagi masyarakat Sari Rejo.(map/han)

Editor : Johan Panjaitan
#terealisasi #pembangunan pustu #DPRD Medan #rpjmd