MEDAN, SUMUT POS- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, menegaskan bahwa pembangunan fisik program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Terjun, Kota Medan ditargetkan akan dimulai pada Oktober 2026 yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).
Menurut Melvi, berdasarkan hasil koordinasi DLH Kota Medan dengan pihak Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Dalam Negeri, saat ini rencana pembangunan tersebut tengah memasuki tahap lelang.
"Saat ini pembangunan PSEL di Kota Medan tengah memasuki proses lelang. Targetnya, groundbreaking PSEL di Kota Medan bisa terlaksana di Bulan Oktober (2026). Informasi itu kita dapatkan setelah baru-baru ini kita berkoordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya Danantara," ucap Melvi Marlabayana saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (27/4/2026).
Dikatakan Melvi, sebagai langkah nyata untuk mendukung program Pemerintah Pusat dalam mengelola sampah di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah menyiapkan lahan sekitar 5 hektare sebagai lokasi PSEL di sekitar TPA Terjun.
"Kita di Pemko Medan sudah melakukan pembebasan lahan seluas 4,98 hektare pada akhir 2025 lalu. Saat ini, Dinas Perkim sedang mematangkan lahan tersebut sebelum dilakukan pembangunan fisik di Bulan Oktober nanti," ujarnya.
Tak hanya sampai disitu, sambung Melvi, pada tahun ini Pemko Medan juga akan kembali melakukan pembebasan lahan di sekitar lokasi pembangunan PSEL guna penambahan luasan.
"Tahun ini Pemko Medan akan melakukan pembebasan lahan seluas 9 haktare di daerah itu, untuk penambahan luasan saja. Standarnya dari Pemerintah Pusat lahan minimal untuk pembangunan PSEL itu seluas 5 hektare, tetapi kita di Pemko Medan berkomitmen untuk menyiapkan lahan seluas 6 hektare. Sisa lahannya nanti akan kita gunakan sebagai faktor-faktor pendukung," katanya.
Seperti diketahui, Pemerintah Pusat akan menggelar peletakan batu pertama atau groundbreaking lima proyek PSEL di Bulan Juni 2026 ini.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari mengatakan lima proyek itu akan tersebar di lima wilayah berbeda.
"5 lokasi ditargetkan groundbreaking Juni 2026 (tersebar di) Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya," ucap Qodari di Kantor KSP, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (22/4/2026) lalu.
Qodari mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota se-Indonesia.
Rencana groundbreaking ini berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang menargetkan100 persen sampah dapat dikelola pada 2029.
Target itu dipatok karena jumlah sampah saat ini sudah sangat besar yakni telah mencapai 141.926 ton per hari, sedangkanTempat Pemrosesan Akhir (TPA) masih terbatas. (map/ram)
Editor : Juli Rambe