MEDAN, SUMUT POS- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegur Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana karena kondisi banyaknya pohon tumbang di Kota Medan pada pekan lalu akibat hujan deras disertai angin kencang.
Rico Waas mengatakan, banyaknya pohon tumbang tersebut bisa terjadi akibat kelalaian DLH Kota Medan yang tidak mengecek kondisi pohon-pohon tua di badan-badan jalan.
"Kalian (DLH Medan) tidak mengecek pohon, makanya banyak pohon tumbang. Banyak sekali pohon kita yang tua-tua, pohon-pohon yang terlalu tua itu bukan hanya butuh di pangkas, tetapi harus diangkat karena sudah membahayakan," ucap Rico Waas kepada Melvi Marlabayana saat Rapat Evaluasi Capaian Kerja Janji Kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Balai Kota Medan, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: P2G Desak Evaluasi SPMB Total Jalur Domisili
Ditegaskan Rico, dirinya tidak ingin kejadian pohon tumbang di Kota Medan hingga mencelakai masyarakat seperti yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) lalu terjadi kembali.
"Intinya, saya gak mau kejadian ini terjadi lagi," tegasnya.
Sebelumnya pada rapat itu, Rico Waas mempertanyakan kondisi progres pohon-pohon yang tumbang di Kota Medan akibat cuaca ekstrem beberapa hari yang lalu. Namun, Melvi Marlabayana hanya menjawabnya secara singkat tanpa penjelasan yang akurat.
"Untuk masalah pohon on progres pak wali," jawab Melvi.
Mendengar hal itu, Rico Waas tampak berang. Dia pun meminta Melvi memberikan penjelasan yang akurat.
"Dari kemarin-kemarin asal ditanya on progres terus. On progresnya bagaimana. Berapa total pohon yang tumbang, yang kemarin tertimpa pohon sudah bagaimana? Jelaskan lah, jangan cuma on progres saja," ketusnya.
Menjawab hal itu, Melvi Marlabayana menjelaskan bahwa total pohon yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang pada beberapa hari yang lalu sebanyak lebih dari 80 pohon. Tumbangnya pohon-pohon tersebut bahkan sampai menimpa 2 orang, sejumlah rumah dan mobil.
"Total pohon yang tumbang lebih dari 80 pak wali, ada korban 2 anak kecil, dan sudah ditangani, sudah dibawa ke rumah sakit dan kondisinya terus membaik. Ada rumah dan mobil yang tertimpa, itu juga sudah ditangani pak wali," jawabnya.
Terkait pohon-pohon tua, Melvi Marlabayana mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan alat untuk mengukur usia dan kepadatan dahan pohon.
"Kami sedang melakukan pengecekan, saat ini ada alat untuk mengukur usia pohon. Dengan alat itu, kita bisa tahu berapa usia pohon dan apakah dahannya padat atau kopong, supaya kita bisa mengetahui mana pohon yang harus dipangkas ataupun diangkat untuk diganti dengan pohon yang lain," pungkasnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe