MEDAN, SUMUT POS- Masalah persampahan masih menjadi masalah krusial yang dihadapi seluruh perkotaan di Indonesia, khususnya kota-kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi seperti Kota Medan.
Untuk itu, perlu dilakukan strategi-strategi khusus dalam penanganan masalah sampah pada kota-kota besar di Indonesia.
"Masalah sampah ini memang menjadi pembahasan yang serius bagi kota-kota besar, dan ini juga kami bahas dalam kegiatan APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) tahun ini," ucap Ketua APEKSI, Eri Cahyadi didampingi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas dan sejumlah wali kota lainnya kepada Sumut Pos saat kegiatan konferensi pers APEKSI XVIII di Grand City Hall Medan, Kamis (2/7/2026) petang.
Baca Juga: Rico Waas Tegaskan Terbuka dan Dukung Penggeledahan di RSUD Pirngadi oleh Kejari Medan
Dikatakan Eri Cahyadi, hingga saat ini sistem Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) masih menjadi metode yang terbaik dalam pengelolaan sampah pada kota-kota besar di Indonesia.
"Untuk kota-kota dengan produksi sampah di atas 1 ton perhari, tentu PSEL masih menjadi metode terbaik. PSEL ini merupakan program pengelolaan persampahan dari Pemerintah Pusat yang harus didukung, khususnya oleh kota-kota besar dengan produksi sampah yang tinggi," ujarnya.
Pun begitu, Eri Cahyadi menegaskan bahwa APEKSI terus mendorong masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan memahami pengelolaan sampah secara mandiri yang dimulai dari sampah-sampah rumah tangga.
"Masyarakat juga akan terus didorong untuk mulai mengurangi produksi sampah rumah tangga hingga memilah sampah sebelum sampai ke TPS," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kota Medan menjadi salah satu kota yang akan menerapkan PSEL.
Saat ini, lahan untuk pembangunan PSEL tersebut telah disiapkan Pemko Medan tepat di sebelah lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. (map/ram)
Editor : Juli Rambe