Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

dr Dimas Sofani Lubis: Gotong Royong Warisan Pendiri Bangsa yang Harus Terus Dihidupkan

Johan Panjaitan • Minggu, 12 Juli 2026 | 14:58 WIB

Anggota DPRD Kota Medan, dr Dimas Sofani Lubis menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Dwikora, Minggu (12/7/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Anggota DPRD Kota Medan, dr Dimas Sofani Lubis menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Dwikora, Minggu (12/7/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Semangat gotong royong dinilai tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Nilai tersebut merupakan warisan para pendiri bangsa sekaligus wujud nyata pengamalan Pancasila yang harus terus dipelihara di tengah derasnya arus perubahan zaman.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (12/7/2026).

Menurut Dimas, gotong royong bukan sekadar budaya yang diwariskan turun-temurun, melainkan cerminan nilai-nilai luhur Pancasila yang mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: DPRD Sumut Desak Panitia PRSU Lebih Profesional, Soroti Pembagian 1.000 Tiket Gratis yang Dinilai Berpotensi Timbulkan Kesenjangan

"Gotong royong merupakan warisan para pendiri bangsa. Gotong royong adalah pengamalan nyata dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," ujarnya.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Sunggal, Kelurahan Tanjungrejo, serta Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan Pasaribu, Dimas mengungkapkan keprihatinannya terhadap mulai memudarnya budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Padahal, menurutnya, berbagai persoalan lingkungan maupun sosial akan lebih mudah diselesaikan apabila masyarakat memiliki semangat bekerja bersama.

"Kalau gotong royong terus dijaga, banyak persoalan bisa diselesaikan dengan lebih mudah. Lingkungan juga akan menjadi lebih bersih apabila masyarakat rutin bergotong royong membersihkannya setiap minggu," katanya.

Kepling Diminta Menjadi Teladan

Dialog yang berlangsung dalam kegiatan tersebut juga diwarnai berbagai masukan dari masyarakat.

Salah seorang warga, Robert, berharap pemerintah kelurahan bersama kepala lingkungan dapat menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat melalui keteladanan.

Baca Juga: Norwegia vs Inggris: Bellingham Antar The Three Lions ke Semifinal Piala Dunia 2026

Menurutnya, pemahaman mengenai Pancasila tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menghidupkan kembali budaya gotong royong.

"Saran saya, pihak kelurahan harus lebih fokus mengajak masyarakat memahami makna Pancasila. Kepala lingkungan harus menjadi teladan, bukan hanya memberi perintah, tetapi menunjukkan langsung bagaimana semangat gotong royong itu dijalankan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dimas meminta seluruh kepala lingkungan di Kota Medan kembali mengaktifkan kegiatan gotong royong secara rutin sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.

"Gotong royong harus digalakkan kembali karena itulah salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila," tegasnya.

Hoaks Jadi Tantangan Pancasila di Era Digital

Pada sesi diskusi, warga lainnya, Chika, mempertanyakan tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila di era digital.

Menjawab pertanyaan itu, Dimas menilai perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru berupa derasnya penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks serta ujaran kebencian di media sosial.

Menurutnya, arus informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memecah belah persatuan apabila tidak disikapi secara bijak oleh masyarakat.

Baca Juga: Tiga Siswa SMP Bina Artha Wacana Paluta Juara OSN dan Melaju ke Tingkat Provinsi

"Saat ini kita dibanjiri berbagai informasi di media sosial, termasuk informasi yang tidak benar. Ujaran kebencian juga semakin mudah menyebar. Ini menjadi tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai Pancasila karena dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, pemateri kegiatan, Dadang Darmawan Pasaribu, mengingatkan bahwa tantangan terhadap Pancasila tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dapat muncul dari dalam bangsa sendiri apabila nilai-nilai kebangsaan mulai diabaikan.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

"Menjaga nilai-nilai Pancasila adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa. Nilai-nilai itu harus terus hidup dalam sikap, perilaku, dan kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.(map/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pancasila #pendiri bangsa #gotong royong #dprd kota medan