MEDAN - Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyatakan kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Medan dan sekitarnya mulai berangsur normal.
Perbaikan ini merupakan hasil dari langkah percepatan distribusi BBM yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama BPH Migas melalui penambahan armada distribusi dan optimalisasi pasokan ke wilayah terdampak.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengatakan, mulai terurainya antrian panjang kendaraan di SPBU menunjukkan kebijakan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra bagian Utara (Sumbagut) berhasil diterapkan. Salah satunya mengoptimalkan distribusi BBM dengan menambah armada.
“Jadi kami memutuskan mengalihkan transpotter yang selama ini fokus pada penyaluran BBM industri sementara dialihkan untuk distribusi BBM subsidi ke seluruh wilayah terdampak di Kota Medan.
Laporan dari Pak EGM Pertamina Patra Niaga, ada 35 mobil tangki BBM industri yang dialihkan sementara sampai keadaan kembali normal.
Selain itu kami juga mengoptimalkan 10 unit mobil tangki yang selama ini disiagakan di Fuel Terminal Sumbagut. Penambahan armada ini tentunya diikuti dengan penambahaan Awak Mobil Tangki (AMT) sebanyak 41 orang dan 16 personel dari Bekang TNI,” ujar Wahyudi Anas saat Inspeksi Mendadak (Sidak) SPBU Coco, Jalan Yos Sudarso, Medan pada Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: OJK Ungkap 2,8 Juta Calon Nasabah Ditolak Buka Rekening karena Terindikasi Judi Online
Tak hanya mengoptimalkan sisi transportasi, Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas ditegaskan Wahyudi juga meningkatkan okupansi kebutuhan BBM. Saat ini peningkatannya sudah 20 persen dari sebelumnya 12 persen.
“Jadi kita buka terus, kita buka terus, ini sudah kelihatan terurai dan semoga layanan di SPBU juga semakin lancar,” sebut Wahyudi didampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi.
Terkait penyebab antrian panjang kendaraan di SPBU, Wahyudi Anas menjelaskan bahwa hal itu disebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat pasca perubahaan harga BBM non subsidi.
Perubahan harga Dex Series sejak bulan April disusul perubahan harga Pertamax Series pada bulan Juni secara perlahan mendorong masyarakat yang selama ini menjadi konsumen BBM non subsidi menjadi sepenuhnya beralih ke BBM subsidi.
“Jadi disparitas harga yang membuat jumlah konsumen BBM subsidi bertambah sehingga mempercepat habisnya ketersediaan di SPBU. Tetapi secara menyeluruh,stok BBM subsidi di Fuel Terminal tetap terjaga, karena penambahan pasokan terus masuk,” kata Wahyudi.
Untuk terus memastikan kelancaran distribusi BBM di Kota Medan, Pertamina Patra Niaga juga menerapkan skema alih supply dimana distribusi BBM ke SPBU yang masuk wilayah tugas FT Medan Group ditopang dari FT Siantar, dan juga FT Kisaran.
“BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga masih akan terus memantau ke lapangan secara langsung untuk memastikan bahwa kondisi yang kami temukan hari ini memang menunjukkan kondisi yang sebenar-benarnya, sehingga jika masih ditemukan masalah bisa segera diatasi,” pungkas Wahyudi. (tri)
Editor : Redaksi