GM Pertamina Sumbagut: Recovery Suplai BBM Berjalan Normal, Antrean di SPBU Mulai Terurai

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 11:34 WIB
EGM Pertamina Sumbagut, Sunardi bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di SPBU Jalan Krakatau, Kota Medan, Sabtu (18/7/2026). (Triadi Wibowo)
EGM Pertamina Sumbagut, Sunardi bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di SPBU Jalan Krakatau, Kota Medan, Sabtu (18/7/2026). (Triadi Wibowo)
 
 

MEDAN - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mengoptimalkan percepatan dan normalisasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh SPBU di Sumatera Utara. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai terurai dan berangsur normal.

Hal tersebut disampaikan Executive General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, bersama Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, saat melakukan monitoring distribusi BBM di SPBU Jalan Krakatau, Kota Medan, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga: Takdir Dua Generasi: Messi vs Yamal di Final Piala Dunia 2026

Sunardi menjelaskan, Pertamina mengambil langkah cepat sejak Rabu malam dengan memperkuat armada distribusi BBM ke SPBU. Selain mengoperasikan 130 mobil tangki reguler, Pertamina juga menambah 10 unit mobil tangki operasional serta mengalihkan 30 unit mobil tangki yang sebelumnya melayani sektor industri untuk mempercepat distribusi ke SPBU.

"Tepatnya Rabu malam, kami melakukan langkah konkret dengan penguatan armada untuk suplai ke SPBU. Di samping armada reguler sebanyak 130 mobil tangki, kami menambah 10 unit operasional serta 30 unit mobil tangki yang biasa menyuplai sektor industri untuk memperkuat distribusi ke SPBU," ujar Sunardi.

Selain penambahan armada, Pertamina juga meningkatkan penyaluran BBM hingga mencapai 120 persen dari kondisi normal. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan pasokan di SPBU berlangsung lebih cepat.

Baca Juga: Ketinggalan Kepala Charger saat Menginap di Hotel? Jangan Panik, Ini Solusinya

"Mulai Kamis malam hingga Jumat, realisasi pengiriman ke SPBU sudah mencapai 112 persen. Hari ini kami tingkatkan menjadi 120 persen agar recovery suplai di SPBU berjalan normal dan stok tetap tersedia," katanya.

Menurut Sunardi, antrean di sejumlah SPBU kini mulai terurai. Meski masih terdapat beberapa titik yang mengalami antrean, kondisi tersebut lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat atau panic buying, bukan karena kekurangan stok.

"Dengan ketersediaan stok di SPBU, kami berharap antrean terus berkurang. Dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi diharapkan kembali normal," ujarnya.

Baca Juga: Inggris Tundukkan Prancis 6-4, Rebut Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Ia menegaskan Pertamina terus melakukan pemetaan dan pemantauan terhadap SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang agar distribusi tetap menjadi prioritas.

"Kami memperkuat armada distribusi agar kejadian antrean seperti sebelumnya tidak terulang. Titik-titik yang sempat mengalami antrean menjadi prioritas pengiriman sehingga kontinuitas suplai tetap terjaga," jelas Sunardi.

Sementara itu, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengapresiasi langkah cepat Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam menormalkan distribusi BBM di Sumatera Utara.

Baca Juga: Ini Ragam Efek Samping Mengonsumsi Suplemen untuk Mendukung Kesehatan Rambut, Kulit, dan Kuku

"BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga turun langsung untuk memastikan normalisasi distribusi BBM di seluruh SPBU, baik di Kota Medan maupun Binjai," kata Wahyudi.

Berdasarkan hasil monitoring di sejumlah SPBU, distribusi BBM berjalan lancar dan antrean kendaraan sudah berangsur normal. Meski demikian, BPH Migas akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar stabil.

"Saat ini pelayanan kepada masyarakat sudah berangsur normal," ujarnya.

Wahyudi menjelaskan percepatan distribusi dilakukan melalui peningkatan pasokan BBM hingga 120-125 persen serta penambahan armada distribusi. Dari 130 mobil tangki reguler, Pertamina juga mengerahkan sekitar 35 mobil tangki yang sebelumnya melayani sektor industri melalui sistem carter.

Baca Juga: Pengamat: Antrean Panjang BBM sudah Kondusif, Keluhan Pelaku Usaha Tidak Boleh Diabaikan

"Strategi ini mampu meningkatkan suplai dari semula 112 persen menjadi 120 hingga 125 persen. Ini merupakan langkah konkret untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh armada dikerahkan dari Fuel Terminal Medan, Pematangsiantar, Kisaran, dan Lhokseumawe guna mempercepat distribusi BBM ke seluruh SPBU di Sumatera Utara.

"Penguatan distribusi dilakukan secara kontinu sejak Kamis. Hasilnya, pada Jumat antrean sudah jauh berkurang dan kini kondisi di SPBU telah kembali normal," ungkap Wahyudi.

BPH Migas juga melakukan pengecekan ke sejumlah SPBU di Kota Binjai yang sebelumnya viral di media sosial akibat antrean panjang. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi di lapangan telah normal tanpa antrean yang mengular.

Baca Juga: AKBP Tri Alfian Permadi Jadi Kapolres Nias Selatan

Meski situasi telah membaik, Wahyudi menegaskan distribusi BBM melalui jalur reguler, alternatif, dan darurat tetap dijalankan hingga kondisi benar-benar stabil.

"Distribusi reguler, alternatif, dan emergency tetap berjalan sampai kondisi benar-benar normal. Setelah itu akan dievaluasi apakah distribusi reguler sudah cukup atau masih memerlukan penguatan," pungkasnya. (tri)

Editor : Redaksi
GM Pertamina Sumbagut