MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Meski pemerintah menyatakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) mulai berangsur normal, kondisi di lapangan masih menunjukkan persoalan yang belum sepenuhnya teratasi. Setelah hampir sepekan terjadi kelangkaan BBM di berbagai daerah di Sumatera Utara, sejumlah warga mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pantauan di sejumlah lokasi memperlihatkan antrean kendaraan memang mulai berkurang. Namun, di beberapa SPBU, stok BBM justru dilaporkan masih kosong sehingga pelayanan belum berjalan normal.
Tim Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan langsung di sejumlah SPBU di Kota Medan untuk memastikan kondisi riil distribusi BBM.
Baca Juga: PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Harus Dihormati Saat Menjalankan Tugas
"Hasil sementara menunjukkan sebagian besar SPBU sudah mulai kembali normal dan antrean juga berangsur berkurang. Namun masih ada beberapa SPBU yang mengalami kekosongan BBM, salah satunya SPBU Aksara. Tim kami masih melakukan survei di lapangan dan akan memperbarui hasil pemantauan setelah seluruh data terkumpul," ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (19/7).
Selain memantau distribusi BBM, timnya juga melakukan survei terhadap perkembangan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok di sejumlah wilayah.
Keluhan serupa disampaikan Ridwan (30), warga Medan Helvetia. Saat melakukan perjalanan menuju Kabupaten Karo, ia berniat mengisi BBM di SPBU Kabanjahe. Namun sesampainya di lokasi, sejumlah jenis BBM dilaporkan tidak tersedia.
"Di berita disebut sudah normal, tetapi kenyataannya kemarin antreannya masih panjang. Sekarang justru stok Pertalite dan Solar kosong. Masyarakat jadi bingung karena kondisinya belum benar-benar pulih," keluhnya.
Sementara itu, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Herdensi Adnin, menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan langsung kepada PT Pertamina Patra Niaga terkait masih terjadinya kelangkaan BBM di lapangan.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (22/7) guna meminta klarifikasi mengenai penyebab terganggunya distribusi serta langkah konkret yang dilakukan untuk memulihkan pasokan.
Baca Juga: Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Sunggal, Tiga Terduga Pengedar Diciduk dan Barak Dibakar
"Apa yang disampaikan dan dijanjikan oleh PT Pertamina Patra Niaga perlu diselaraskan dengan kondisi yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jika terdapat perbedaan antara informasi resmi dengan realitas di lapangan, tentu hal itu berpotensi merugikan publik," tegas Herdensi.
Kelangkaan BBM yang berlangsung hampir sepekan telah memicu antrean panjang di berbagai SPBU di Sumatera Utara dan berdampak pada aktivitas masyarakat maupun distribusi barang. Hingga kini, masyarakat masih berharap pasokan BBM benar-benar kembali normal sehingga pelayanan di seluruh SPBU dapat berjalan tanpa kendala.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan