Korban Kedua Ledakan Grand Polonia Ditemukan Meninggal, Tinggal Satu Orang Masih Dicari

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:36 WIB
GABUNGAN: Petugas gabungan menurunkan korban kedua meninggal dari lantai dua rumah menggunakan crane damkar di lokasi ledakan Grand Polonia Medan, Selasa (21/7/2026). (Dok: Gusman/Sumut Pos)
GABUNGAN: Petugas gabungan menurunkan korban kedua meninggal dari lantai dua rumah menggunakan crane damkar di lokasi ledakan Grand Polonia Medan, Selasa (21/7/2026). (Dok: Gusman/Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Tim gabungan kembali menemukan satu korban tewas dalam proses evakuasi reruntuhan rumah yang hancur akibat ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara/Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/7/2026) sore.

Dengan temuan tersebut, kini tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian tim gabungan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan korban kedua berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.45 WIB dari lantai dua bangunan yang roboh.

Baca Juga: 32 Calon Anggota KPID Sumut Lolos Tes Psikologi, Wawancara Digelar 30 Juli

"Puji Tuhan, pukul 15.45 WIB tim gabungan berhasil menemukan satu lagi korban yang sejak semalam masih dalam proses pencarian. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya di lokasi kejadian. 

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan identitas korban yang baru ditemukan tersebut.

"Korban berjenis kelamin perempuan. Namun saya belum bisa memastikan apakah korban ini merupakan asisten rumah tangga atau babysitter. Kami masih menunggu proses identifikasi di rumah sakit," katanya.

Sebelumnya, tim SAR lebih dulu menemukan seorang korban perempuan pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Korban diketahui merupakan istri pemilik rumah yang tertimbun reruntuhan sejak ledakan terjadi.

Hingga kini, tim gabungan masih berupaya mencari satu korban terakhir yang diduga berada tidak jauh dari lokasi ditemukannya korban kedua.

"Informasi yang kami terima, posisi korban terakhir tidak jauh dari titik ditemukannya korban kedua. Kami mohon doa agar proses evakuasi berjalan lancar," ucapnya.

Dia menjelaskan, proses evakuasi menghadapi kendala karena kondisi bangunan yang runtuh sangat berbahaya. Tim harus bekerja hati-hati setelah berkoordinasi dengan ahli konstruksi untuk menghindari risiko bangunan kembali ambruk.

"Ruangannya sangat sempit, diapit bangunan di kiri dan kanan. Ada kolom baja yang menjadi hambatan sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu," jelasnya.

Dari 6 orang yang berada di rumah saat ledakan, empat di antaranya telah dievakuasi.

"Pemilik rumah sehat walafiat, seorang balita masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan seorang kurir pengantar barang juga masih dirawat akibat luka-luka," urainya.
(man/ram)

Editor : Juli Rambe
perumahan grand polonia ledakan di grand polonia polrestabes medan