SERDANG BEDAGAI, Sumutpos.Jawapos.com – Syngenta Indonesia resmi meluncurkan MIRAVIS Duo®, fungisida padi berteknologi ADEPIDYN™, di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi nasional sekaligus membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Dipilihnya Serdang Bedagai bukan tanpa alasan. Kabupaten yang dikenal sebagai Tanah Bertuah Negeri Beradat itu selama dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025, menjadi daerah dengan luas panen dan produksi padi terbesar di Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi di Serdang Bedagai pada 2025 mencapai 55.196 hektare, meningkat 7,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, produksi padi tercatat mencapai 356.508 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau naik 7,02 persen dibandingkan 2024.
Capaian tersebut menegaskan posisi Serdang Bedagai sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sumatera Utara. Dengan produktivitas rata-rata sekitar lima ton per hektare, daerah ini diperkirakan tetap mampu menghasilkan ratusan ribu ton gabah sepanjang 2026, sekaligus menjaga pasokan beras dan menopang perekonomian ribuan petani.
Teknologi Baru untuk Perlindungan Tanaman
Peluncuran di Serdang Bedagai merupakan peluncuran keempat MIRAVIS Duo® setelah sebelumnya diperkenalkan di Cilacap, Karawang, dan Jember.
Fungisida ini mengusung teknologi ADEPIDYN™ yang dirancang memberikan perlindungan lebih efektif terhadap penyakit tanaman padi sekaligus menjaga produktivitas hingga masa panen.
Syngenta menyebut MIRAVIS Duo® memiliki tiga keunggulan utama.
Pertama, menghasilkan gabah yang sehat dan berkilau. Produk ini mampu diserap tanaman secara cepat dan menyebar merata hanya dalam waktu enam jam, sehingga tetap memberikan perlindungan hingga 14 hari meski menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Keunggulan kedua adalah menjaga daun bendera tetap hijau dan bersih, sehingga proses fotosintesis berlangsung lebih optimal. Kondisi tersebut membantu tanaman memanfaatkan cahaya matahari dan air secara lebih efisien.
Sementara keunggulan ketiga adalah meningkatkan produktivitas panen. Tanaman yang terlindungi dari serangan penyakit memiliki peluang lebih besar menghasilkan gabah berkualitas dengan jumlah yang lebih tinggi.
Baca Juga: DPRD Batu Bara Setujui Perubahan Status PT Pembangunan Batra Berjaya Menjadi Perseroda
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan peluncuran MIRAVIS Duo® merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.
"Peluncuran MIRAVIS Duo® di Serdang Bedagai adalah komitmen Syngenta untuk mendukung petani maju Indonesia menghadapi tantangan iklim dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Dengan teknologi ADEPIDYN™, kami ingin memastikan petani mendapatkan hasil panen yang lebih sehat, berkualitas, dan menguntungkan," ujarnya.
Serdang Bedagai Dinilai Tepat Menjadi Lokasi Peluncuran
Pemerintah daerah menyambut positif kehadiran inovasi tersebut. Camat Teluk Mengkudu, Wein Arfandy, SE., M.AP., menilai Desa Pematang Setrak merupakan lokasi yang tepat sebagai daerah pertama di Sumatera untuk peluncuran MIRAVIS Duo®.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mempertahankan posisi Serdang Bedagai sebagai sentra produksi padi terbesar di Sumatera Utara.
"Dengan bimbingan pihak swasta diharapkan Kecamatan Teluk Mengkudu dapat terus meningkatkan produksi yang mendukung Kabupaten Serdang Bedagai sebagai lumbung padi Sumatera Utara," katanya.
Dorong Ketahanan Pangan Melalui Kolaborasi
Peluncuran MIRAVIS Duo® dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan di Serdang Bedagai serta mendapat dukungan pemerintah daerah.
Syngenta menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sinergi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta.
Program ini juga didukung kerja sama dengan Dinas Pertanian, HarvestPlus, dan CropLife melalui lahan percontohan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga pemberdayaan masyarakat serta edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Bersiap Tinggalkan Timnas Portugal, Laga Melawan Wales Jadi Penutup?
Manfaat penggunaan MIRAVIS Duo® juga telah dirasakan petani di berbagai daerah.
Salah satunya diungkapkan Tarmidzi, petani padi asal Desa Cintamulya, Lampung Selatan, yang mengikuti peluncuran secara daring.
Ia mengaku hasil panennya meningkat setelah menggunakan MIRAVIS Duo® pada musim tanam sebelumnya.
"Saya sudah membuktikan penggunaan MIRAVIS Duo® di musim tanam sebelumnya. Hasil panen saya meningkat 9 kuintal dari total lahan 2 hektare," ungkapnya.
Melalui peluncuran MIRAVIS Duo®, Syngenta Indonesia kembali menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi perlindungan tanaman yang mampu menjawab tantangan pertanian modern. Harapannya, teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas gabah, tetapi juga memperkuat peran daerah sentra produksi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan