Beredar di Medsos Keluarga Bantah Mantan Isteri Polisi Bunuh Diri, Yakin WLG Korban Penganiayaan

Juli Rambe • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:14 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

 

MEDAN, SUMUT POS- Beredar di media sosial pihak keluarga Winda Lorenza Gowasa (WLG), perempuan berusia 35 tahun yang tewas di Komplek Bumi Asri, Medan Helvetia, membantah kesimpulan sementara kepolisian yang menyebut korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api.

Melalui unggahan di media sosial yang dibuat salah seorang anggota keluarga, mereka meyakini kematian WLG diduga bukan murni bunuh diri, melainkan terdapat dugaan penganiayaan sebelum korban meninggal.

Dalam unggahan tersebut, keluarga menyatakan menemukan sejumlah kejanggalan pada kondisi jasad korban, di antaranya lebam pada beberapa bagian tubuh, termasuk leher, serta perubahan bentuk pada bagian kepala yang menurut mereka diduga akibat benturan.

Baca Juga: Penundaan SK Golkar Sumut Diduga Berkaitan dengan Perebutan Pengaruh Menuju Pilkada 2029

"Kami sebagai pihak keluarga tidak menerima pernyataan bahwa adik kami bunuh diri. Kami menemukan lebam di beberapa bagian tubuh dan perubahan bentuk pada kepala yang kami yakini terjadi sebelum kematiannya," tulis akun media sosial tersebut, Rabu (5/8/2026).

Keluarga juga mengunggah video yang memperlihatkan kondisi jenazah korban. Dalam video itu disebutkan terdapat bagian kepala korban yang dinilai mengalami perubahan bentuk sehingga menimbulkan dugaan adanya benturan sebelum korban meninggal.

Selain itu, pihak keluarga mengklaim terdapat lebam di bagian leher yang diduga menyerupai bekas cekikan. Mereka menyebut pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah turut disaksikan oleh salah seorang anggota keluarga yang berprofesi sebagai dokter.

Menurut keluarga, temuan tersebut semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa penyebab kematian korban perlu didalami lebih lanjut.

Keluarga juga menyatakan terbuka kepada media maupun pihak berwenang apabila ingin melihat langsung kondisi jenazah maupun memperoleh informasi tambahan terkait perkara tersebut.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan bunuh diri.

Kesimpulan itu didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, autopsi, serta uji laboratorium forensik. Polisi menyebut ditemukan residu tembakan pada tangan, tubuh, dan pakaian korban, sedangkan hasil pemeriksaan terhadap tangan Brigadir IH tidak menemukan residu tembakan.

Selain itu, hasil autopsi juga disebut tidak menemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya luka tembak di bagian kepala.

Meski demikian, penyidik menyatakan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mendalami motif maupun seluruh rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal. Polisi juga belum menutup kemungkinan munculnya fakta baru apabila ditemukan alat bukti tambahan. (man/ram)

Editor : Juli Rambe
mantan isteri polisi bunuh diri isteri polisi bunuh diri bunuh diri