MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan akan mendukung percepatan pembangunan moda transportasi modern Bus Rapid Transit (BRT) Medan Binjai Deliserdang (Mebidang) yang berada di Kota Medan.
Penegasan itu disampaikan saat kegiatan konferensi pers terkait Pembangunan BRT Kota Medan di Ruang Rapat III Gedung Balai Kota Medan, Selasa (11/8/2026).
"Pemko Medan akan mendukung penuh program Pemerintah Pusat dalam melakukan percepatan pembangunan BRT Mebidang," ucap Asisten Umum Setdako Medan, Laksamana Putra Siregar didampingi Staf Ahli Setdako Medan, Rakhmat Adisyah Putra Harahap, Kepala BAPPEDA Kota Medan, Ferry Ichsan, Kepala BRIDA Kota Medan, Benny Iskandar, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, dan Sekretaris Dishub Kota Medan, Inrianita Tonggo.
Baca Juga: Bobby Nasution Copot Poppy Marulita dari Kepala Biro Perekonomian Sumut, Evan Botung Daulay Jadi Plt
Dikatakan Laksamana Putra pada kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara itu, sejatinya pembangunan BRT Mebidang telah direncanakan dan disepakati pada tahun 2022.
"Jadi yang kita lakukan saat ini adalah program yang telah direncanakan dan disepakati sejak tahun 2022 lalu. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung rencana pembangunan BRT Mebidang, khususnya di Kota Medan," ujarnya.
Pemangkasan Pohon Intens Dilakukan
Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, mengatakan bahwa pihaknya terus membantu PT PP dan PT Wijaya Karya (Wika) dalam melakukan pemangkasan pohon guna percepatan pembangunan BRT Mebidang di Kota Medan.
"Penebangan pohon tersebut menjadi tanggungjawab PT PP dan PT Wika, DLH Kota Medan sifatnya membantu. Hingga saat ini, penebangan pohon terus dilakukan sebagai upaya percepatan pembangunan BRT Mebidang," katanya.
Tak hanya penebangan pohon, sambung Melvi, penanaman pohon pengganti juga akan menjadi tanggungjawab pihak PT PP dan PT Wika.
Melvi merincikan, total ada 2.788 pohon yang terdampak akibat pembangunan BRT Mebidang di Kota Medan, 592 pohon diantaranya tidak ditebang, melainkan hanya direlokasi. Data terbaru yang dihimpun pada 8 Agustus 2026, adapun jumlah pohon yang telah tertangani sebanyak 1.105.
"Nantinya, pohon-pohon yang ditebang tersebut akan diganti dengan penanaman 61.170 pohon pengganti," ungkapnya.
Penebangan dan Penanaman Pohon Pengganti Ditarget Rampung Oktober 2026
Lantas, kapan penebangan dan penanaman pohon kembali tersebut rampung dikerjakan? Melvi mengatakan, saat ini pemangkasan pohon terus dilakukan oleh PT PP selaku kontraktor pelaksana proyek BRT Mebidang. Ditargetkan, penebangan dan penanaman pohon pengganti akan rampung pada Oktober 2026.
"Sembari melakukan penebangan pohon, penanaman pohon pengganti di sejumlah lokasi. Ditargetkan penebangan dan penanaman pohon pengganti ini selesai pada Oktober tahun (2026) ini," katanya.
Melvi juga menegaskan, setelah melakukan penanaman pohon pengganti, pihak PT PP juga harus bertanggungjawab merawat pohon-pohon tersebut selama satu tahun pasca ditanam.
"Bantu kami dalam mengawasi proses penebangan, penanaman pohon pengganti, hingga perawatan pasca penanaman. Nantinya akan kami sampaikan dimana saja pohon-pohon pengganti tersebut akan ditanam," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe