KAI Sumut Angkut 194 Ribu Ton Peti Kemas, Hadirkan Solusi Logistik Tepat Waktu Tanpa Kemacetan

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:48 WIB
KAI Sumut Angkut 194 Ribu Ton Peti Kemas, Hadirkan Solusi Logistik Tepat Waktu Tanpa Kemacetan.
KAI Sumut Angkut 194 Ribu Ton Peti Kemas, Hadirkan Solusi Logistik Tepat Waktu Tanpa Kemacetan.

 

MEDAN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat pertumbuhan positif pada angkutan peti kemas sepanjang Januari hingga Juli 2026. Volume angkutan mencapai 194.019 ton, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 171.255 ton.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan angkutan berbasis rel semakin dibutuhkan sebagai bagian dari rantai pasok logistik di Sumatera Utara.

"Sepanjang Januari hingga Juli 2026, volume angkutan peti kemas KAI Divre I Sumatera Utara mencapai 194.019 ton atau tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menunjukkan kebutuhan terhadap angkutan barang berbasis rel yang efisien dan andal terus berkembang," ujar Anwar.

Pertumbuhan lebih signifikan terlihat pada Juli 2026. KAI Divre I Sumut mengangkut 37.838 ton peti kemas, atau melonjak 113 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 17.797 ton.

Untuk mendukung kapasitas angkutan dalam skala besar, KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan 80 unit Gerbong Datar (GD) dengan kapasitas muat hingga 42 ton per gerbong. Setiap gerbong dapat mengangkut hingga dua Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) peti kemas berukuran 20 kaki.

Dalam satu kali perjalanan, satu rangkaian kereta api umumnya terdiri dari 20 gerbong datar dengan total kapasitas mencapai 40 TEUs.

Selain kapasitas angkut, keandalan operasional juga menjadi salah satu keunggulan angkutan barang berbasis rel. Sepanjang 2026, KAI Divre I Sumut mencatat rata-rata tingkat ketepatan waktu atau on-time performance (OTP) sebesar 96,17 persen untuk keberangkatan dan 95,83 persen untuk kedatangan.

"Dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan dapat diprediksi, para pengusaha diuntungkan dalam hal kepastian pasokan bahan baku sehingga proses produksi tidak terganggu. Selain itu, tingkat ketepatan waktu yang tinggi memastikan hasil produksi dapat segera didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pasar," kata Anwar.

Menurutnya, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan logistik juga memberikan manfaat terhadap kelancaran lalu lintas dan ketahanan infrastruktur jalan.

"Dengan mengalihkan angkutan peti kemas menggunakan kereta api, dapat mengurangi kepadatan serta kemacetan lalu lintas di jalan raya. Selain menekan risiko kecelakaan lalu lintas, langkah ini turut menghemat anggaran perawatan jalan yang dikeluarkan pemerintah karena usia pakai infrastruktur jalan menjadi lebih lama," ungkapnya.

Memasuki paruh kedua 2026, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen menjaga keandalan sarana, prasarana, dan operasional angkutan barang untuk memastikan distribusi logistik di Sumatera Utara berjalan lancar.

"Di samping memberikan solusi pengiriman yang aman, efisien, dan tepat waktu bagi mitra bisnis, pengalihan beban logistik ke jalur rel sekaligus menjadi langkah konkret KAI Divre I Sumut dalam mendukung efisiensi biaya logistik nasional, menjaga kualitas infrastruktur jalan raya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara secara berkelanjutan," tandas Anwar. (rel/tri)

Editor : Redaksi
kereta api barang Logistik Sumut Transportasi Rel peti kemas KAI sumut