Ridho Al Najar Nyatakan Maju Calon Ketua MD KAHMI Medan, Bawa Gagasan “Berdampak dan Berikhtiar”

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 22:48 WIB
Ridho Al Najar  saat mendaftar sebagai calon Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Medan.(Istimewa)
Ridho Al Najar saat mendaftar sebagai calon Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Medan.(Istimewa)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Dinamika regenerasi kepemimpinan Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Medan mulai menghangat. Ridho Al Najar menyatakan diri siap mencalonkan diri sebagai Ketua MD KAHMI Medan dengan membawa gagasan “Berdampak dan Berikhtiar”.

Bagi Ridho, gagasan tersebut bukan sekadar jargon pencalonan. Ia ingin menjadikannya sebagai pijakan untuk mendorong KAHMI Medan tampil lebih hadir, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi alumni, kader HMI, umat, serta masyarakat.

Ridho merupakan alumni HMI dari Komisariat Tarbiyah. Latar belakang tersebut membuat isu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kaderisasi, dan pengabdian menjadi bagian penting dari perspektif yang ia tawarkan dalam kontestasi kepemimpinan KAHMI Medan.

Basis Tarbiyah juga memiliki kedekatan dengan dunia pendidikan dan salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa yang besar di UIN Sumatera Utara. Dari ruang itulah Ridho melihat modal sosial dan intelektual yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan organisasi.

Baca Juga: Kadisdik Sumut Tinjau Langsung SMAN 1 Berastagi

Menurutnya, KAHMI Medan memiliki potensi yang jauh lebih besar dari sekadar menjadi ruang silaturahmi para alumni. Beragam profesi, keilmuan, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki alumni HMI merupakan aset besar yang perlu dikonsolidasikan agar menghasilkan manfaat yang lebih konkret.

“KAHMI harus menjadi rumah besar alumni yang mampu memberikan manfaat dan menghadirkan kontribusi nyata. Ikhtiar kita adalah membangun kebersamaan, memperkuat jaringan, serta menjadikan potensi alumni sebagai kekuatan untuk memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Ridho.

Semangat “Berdampak dan Berikhtiar” yang diusungnya bertumpu pada keinginan membangun KAHMI Medan yang lebih terbuka dan kolaboratif. Alumni tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari struktur organisasi, tetapi juga sebagai kekuatan yang dapat dipertemukan berdasarkan kompetensi, profesi, dan jejaring yang dimiliki.

Ridho menilai sedikitnya ada tiga fondasi yang perlu diperkuat, yakni konsolidasi alumni, kolaborasi lintas profesi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Baca Juga: Pasar Murah Pemprovsu di Siantar, 4 Ton Beras dan Ratusan Minyakita Terjual

Konsolidasi dibutuhkan agar potensi alumni tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi diperlukan untuk mempertemukan berbagai latar belakang dan kompetensi. Sementara kontribusi nyata menjadi ukuran sejauh mana keberadaan KAHMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Gagasan tersebut sekaligus menempatkan Musyawarah Daerah KAHMI Medan bukan semata sebagai arena pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, Musda diharapkan menjadi ruang untuk memperdebatkan gagasan, menentukan arah organisasi, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan latar belakang dari Komisariat Tarbiyah, Ridho membawa perspektif generasi alumni yang tumbuh dekat dengan dunia pendidikan, kaderisasi, pengembangan sumber daya manusia, dan dinamika mahasiswa.

Ia pun menegaskan bahwa kontestasi kepemimpinan tidak semestinya berhenti pada perebutan posisi. Kontestasi harus menjadi ruang untuk menawarkan gagasan dan menguji sejauh mana gagasan tersebut mampu diterjemahkan menjadi kerja organisasi.

Baca Juga: Polda Sumut Tangkap Inda Pratiwi karena Siaran Langsung dengan Konten Pornografi

Karena itu, Ridho menyatakan siap menjalani proses pencalonan dengan membangun komunikasi dan silaturahmi bersama seluruh elemen alumni HMI di Kota Medan.

“Berdampak dan berikhtiar” pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang memimpin KAHMI Medan, tetapi tentang bagaimana organisasi tersebut mampu mengubah potensi besar para alumninya menjadi energi yang nyata bagi umat dan masyarakat.

Berdasarkan informasi dari panitia pelaksana, Musda KAHMI Medan akan digelar pada 19–20 September 2026 di Kota Medan.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
md kahmi medan berikhtiar berdampak gagasan calon