MEDAN, Sumutpos.Jawapos.com– Erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan. Sebanyak 26 penerbangan dari Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deliserdang, tujuan Jakarta dan sebaliknya dibatalkan, Minggu (6/9/2026).
Erupsi yang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu (5-6/9/2026) memicu sebaran abu vulkanik yang mengganggu operasional sejumlah bandara di wilayah Jakarta.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, ditutup hingga pukul 13.30 WIB. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Jakarta, ditutup hingga pukul 14.00 WIB. Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan karena abu vulkanik berpotensi membahayakan penerbangan.
Baca Juga: Valencia vs Barcelona: Blaugrana Berpeluang Pesta Gol di Mestalla
Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi Kualanamu, Mohamad Hikmat Hidayat, melalui Humas PT Angkasa Pura Aviasi KNO, M Zul Andrika, mengatakan pembatalan penerbangan telah dilakukan sejak penerbangan awal sekitar pukul 04.00 WIB.
Sejumlah maskapai terdampak, yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air.
Ribuan Penumpang Mengantre Reschedule
Pembatalan penerbangan membuat ribuan calon penumpang harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan mereka. Sebagian besar memilih melakukan reschedule untuk penerbangan pada Senin (7/9/2026).
Antrean panjang terlihat di sejumlah loket check-in Bandara Kualanamu, terutama di loket B, C, dan D. Para penumpang tampak tertib menunggu giliran untuk mendapatkan kepastian jadwal penerbangan berikutnya.
Sebagian penumpang lainnya memilih mengajukan refund atas tiket yang telah dibeli secara daring, kemudian mencari jadwal penerbangan baru untuk keberangkatan pada hari berikutnya.
M Zul Andrika mengatakan jumlah penerbangan yang terdampak masih berpotensi bertambah apabila aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terus meningkat.
“Jika intensitas semburan abu vulkanik anak Gunung Krakatau semakin tinggi yang statusnya saat ini Level 3 (Siaga), dipastikan akan bertambah terus pembatalan penerbangan tujuan Jakarta,” ujarnya, Minggu (6/9) siang.
Baca Juga: Waspada! Orang yang Tak Menghargai Batasan Sering Mengucapkan 8 Kalimat Ini
Penerbangan ke Batam dan Pekanbaru Masih Normal
Di tengah gangguan penerbangan menuju Jakarta, sejumlah rute domestik dari Kualanamu masih beroperasi normal.
Penerbangan tujuan Batam dan Pekanbaru disebut masih aman dan kondusif. Begitu pula penerbangan internasional yang tidak terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Operasionalnya masih berjalan seperti biasa, sama seperti penerbangan International yang tidak terdampak abu vulkanik anak Gunung Krakatau, sehingga penerbangan aman dilakukan,” jelasnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak erupsi sejauh ini lebih terasa pada rute yang berkaitan dengan wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.
Penumpang Diminta Cek Jadwal Sebelum Berangkat
PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau seluruh pengguna jasa Bandara Kualanamu untuk tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang tertera sebelumnya.
Penumpang diminta melakukan pengecekan ulang status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Imbauan ini penting mengingat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat memengaruhi operasional penerbangan sewaktu-waktu.
“Kami memahami bahwa perubahan atau penyesuaian perjalanan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Atas segala ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, kami memohon maaf dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa,” pungkas Zul Andrika.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan