MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Erupsi Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda kembali mengganggu konektivitas penerbangan. Hingga Minggu (6/9) petang, sedikitnya 51 penerbangan dari Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deliserdang, menuju Soekarno-Hatta (CGK) dan sebaliknya resmi dibatalkan.
Pembatalan tersebut terjadi setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, ditutup sementara hingga pukul 23.59 WIB. Penutupan dilakukan sebagai dampak erupsi Anak Gunung Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, kawasan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Jumlah penerbangan yang terdampak dipastikan masih dapat berubah seiring perkembangan kondisi dan kebijakan operasional penerbangan.
Baca Juga: 4 Gunung Api Erupsi Serentak, Ini Penjelasan Ahli soal ‘Jalur Magma’
Berdasarkan data resmi yang disampaikan pada pukul 17.30 WIB oleh Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi KNO, Mohamad Hikmat Hidayat, melalui Humas PT Angkasa Pura Aviasi KNO, M Zul Andrika, tercatat sebanyak 51 penerbangan telah dibatalkan.
Selain CGK, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) juga sempat terdampak. Bandara tersebut ditutup hingga pukul 18.00 WIB.
Meski sejumlah penerbangan menuju Jakarta mengalami pembatalan, operasional Bandara Kualanamu hingga Minggu petang masih berjalan normal tanpa kendala. Pihak pengelola bandara terus melakukan koordinasi secara intensif dengan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan situasi.
“Pembaruan informasi akan disampaikan secara terus-menerus kepada direksi,” kata Zul Andrika, Minggu (6/9) petang.
Baca Juga: MA Vonis Akuang 10 Tahun, Kejaksaan Kini Bersiap Eksekusi Terpidana
Kondisi ini membuat calon penumpang yang hendak bepergian melalui KNO menuju Jakarta maupun sebaliknya diminta tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang telah diterima sebelumnya.
Pihak Angkasa Pura Aviasi mengimbau seluruh pengguna jasa Bandara Kualanamu untuk mengecek kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Langkah tersebut penting mengingat status operasional penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan erupsi Anak Gunung Krakatau dan kondisi keselamatan penerbangan.
Dengan penutupan CGK yang masih berlangsung hingga menjelang tengah malam, potensi bertambahnya penerbangan yang terdampak masih terbuka. Konektivitas Medan-Jakarta pun untuk sementara harus menyesuaikan dengan dinamika aktivitas vulkanik di Selat Sunda.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan