MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Memasuki musim hujan, persoalan sampah kembali menjadi perhatian. Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi SH, mengingatkan masyarakat agar tidak abai menjaga kebersihan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan Fauzi saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Tapian Nauli, Kecamatan Medan Kota, dan Jalan Puri, Kecamatan Medan Area, Minggu (13/9/2026).
Fauzi menilai kebersihan lingkungan memiliki kaitan erat dengan ancaman banjir yang setiap tahun menghantui Kota Medan. Ketika sampah dibuang sembarangan dan saluran air tersumbat, dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Ini sudah memasuki musim hujan. Kondisi lingkungan akan sangat berdampak jika pola hidup bersih tidak diterapkan. Salah satunya banjir yang selalu jadi ancaman nyata setiap tahun. Makanya ayo kita jaga kebersihan,” ujar Fauzi.
Baca Juga: Korupsi Bencana, Hukuman Eks Kepala BPBD Tebingtinggi Diperberat Jadi 3 Tahun
Ia juga mengingatkan kembali pengalaman masyarakat Kota Medan menghadapi banjir dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, tingginya curah hujan memang menjadi salah satu faktor, tetapi persoalan kebersihan lingkungan tidak boleh diabaikan.
“Terlepas dari tingginya intensitas hujan sehingga debit air tidak bisa ditampung, kebersihan tetap menjadi faktor semua itu terjadi. Saya rasa kita semua yang hadir di sini sudah pernah merasakan susahnya dan sakitnya terkena banjir. Mudah-mudahan tidak kita rasakan lagi tahun ini,” katanya.
Fauzi tidak hanya mengajak masyarakat menjaga kebersihan, tetapi juga mendorong warga melihat sampah dari sisi lain. Sampah yang dipilah dengan baik, menurutnya, dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
“Sampah juga ada nilai ekonomis. Makanya pilah-pilah sebelum dibuang,” ujarnya.
Karena itu, Fauzi mendorong masyarakat memanfaatkan keberadaan Bank Sampah. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan turut hadir untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat terkait pengelolaan sampah.
“Di sini ada perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan. Sampaikan apa yang menjadi keluhan Bapak-Ibu semua soal persampahan. Pak Camat juga hadir,” katanya.
Persoalan Bank Sampah turut disampaikan warga. Sri Sukarni berharap adanya dukungan agar fasilitas tersebut dapat dibentuk di lingkungannya.
“Selama ini kesulitan kami memang tempat menabung sampah. Semoga tahun ini harapan itu tercapai dan mohon bantuan Pak Fauzi,” harapnya.
Baca Juga: Stop Begadang! 5 Kebiasaan Ini Bisa Bantu Tubuh Lebih Cepat Siap Tidur
Keluhan lain datang dari Rawi yang menyoroti persoalan pengangkutan sampah. Ia mengaku sampah di lingkungannya terkadang tidak diangkut hingga beberapa hari.
“Terkadang mau empat hari tidak diangkut sampah kami, Pak. Ke mana kami mengadu? Mohon penjelasannya,” keluhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama Bank Sampah, Indra Pohan, menjelaskan bahwa pembentukan Bank Sampah dapat dilakukan apabila telah terdapat kesepakatan dan kelompok masyarakat yang siap mengelolanya.
“Kalau sudah ada beberapa kumpulan sudah bisa dibentuk, Bu. Pilih di mana lokasinya. Jika sudah sesuai, informasikan kepada saya biar dibantu,” jelasnya.
Terkait sampah yang tidak kunjung diangkut, Indra meminta masyarakat segera menyampaikan laporan agar dapat ditindaklanjuti.
Baca Juga: Jangan Tunggu Motor Mogok! 8 Tanda CVT Motor Matic Mulai Bermasalah
“Sementara kalau sampah tidak diangkut-angkut, laporkan kepada kepala lingkungan (kepling), atau foto dan laporkan kepada saya biar cepat ditindaklanjuti,” katanya.
Melalui sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2024 tersebut, Fauzi berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah tidak berhenti pada persoalan membuang sampah pada tempatnya. Lebih dari itu, warga didorong memilah sampah sejak dari rumah, menjaga saluran air, serta memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.(map/han)
Editor : Johan Panjaitan