Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Konsumen Nilai Layanan GoFood Terbaik di Indonesia

Admin-1 Sumut Pos • Jumat, 20 September 2019 | 22:31 WIB
Photo
Photo

Foto: Gojek for Sumut Pos
(kiri - kanan) Co-Founder Parentalk.id, Nucha Bachri, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo dalam sesi pemaparan hasil riset Nielsen Singapura yang berjudul  “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market”.




JAKARTA, SUMUTPOS.CO - Hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” mengungkapkan, sebanyak 84 persen masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri (39%).





Keberhasilan ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan
GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah
transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi
di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya.





Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo
mengatakan, pihaknya melihat GoFood sudah menjadi bagian dari kehidupan
masyarakat sehari-hari. “Dengan GoFood, konsumen tidak perlu menghabiskan waktu
mengantri di restoran karena ribuan pilihan menu ada dalam genggaman. GoFood membuat
hidup jadi lebih praktis. Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan
loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus
dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir. Kami terus menjadi pemimpin
pasar di layanan food-delivery dengan pangsa pasar 75% di Indonesia,” katanya.





Kepercayaan konsumen urban terhadap GoFood juga dibuktikan
oleh beberapa temuan Nielsen di konsumen yang menggunakan lebih dari satu
aplikasi, yang mana GoFood dinilai oleh konsumen melebihi rata-rata industri.
Misalnya, GoFood dianggap punya pilihan menu beragam dan dengan merchant
beragam , masing-masing oleh 87% dan 83% konsumen urban.





Aplikasi GoFood juga dianggap user friendly dan mudah
digunakan oleh 83% konsumen urban. Kemudian, mitra driver Gojek juga dinilai
ramah, sopan dan informatif oleh 82% konsumen urban.





“Top-up untuk pembayaran melalui aplikasi dinilai mudah oleh
82% konsumen urban. GoFood juga dianggap sebagai layanan pesan-antar makanan
tercepat oleh 79% konsumen urban,” katanya.





Catherine melanjutkan, kunci sukses dalam memenangkan hati
konsumen tersebut adalah pemahaman Gojek terhadap konsumen Indonesia yang suka
kuliner. Terbukti dari data Nielsen yang menyebutkan 95% masyarakat Indonesia
membeli masakan siap santap di luar rumah dalam tiga bulan terakhir.





“Pemahaman ini kami terjemahkan pada kejelian dalam
memberikan superior user experience kepada konsumen. Tidak hanya memberikan
program diskon, melalui teknologi Machine Learning , kami menerapkan
personalized user experience untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan
layanan GoFood kepada konsumen. Sebagai contoh, setiap konsumen bisa
mendapatkan rekomendasi makanan yang berbeda-beda di aplikasi GoFood sesuai
dengan kesukaannya,” jelasnya.





Selain itu, di sisi mitra merchant , Catherine menyatakan
GoFood juga terus berinovasi supaya merchant bisa menawarkan lebih banyak
pilihan, mempromosikan menu hingga mengatur operasional mereka. “Inovasi terbaru
kami di sisi merchant adalah aplikasi pengelolaan restoran khusus mitra
merchant, GoBiz , di mana mereka bisa mengakses data untuk membantu
menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional
sehari-hari. Yang menarik dari aplikasi ini, merchant bisa secara mandiri
mengatur dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri,” ujar
Catherine.





Foto: Gojek for Sumut Pos
(kiri - kanan) Co-Founder Parentalk.id, Nucha Bachri, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo dalam sesi pemaparan hasil riset Nielsen Singapura yang berjudul  “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market”.




Dia menambahkan, teknologi ini juga telah terbukti
meningkatkan pendapatan rata-rata merchant hingga 3.5 kali . Saat ini, di
GoFood 2 telah ada lebih dari 400 ribu merchant , di mana 96% mitra merchant
GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan
rumahan.





Hasil riset Nielsen menyatakan masih ada 42% konsumen urban
di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga
bulan terakhir. Sementara, demografi konsumen layanan pesan-antar berbeda untuk
waktu makan siang dan makan malam. Untuk makan siang di tempat kerja, konsumen
didominasi oleh para pekerja berumur 26-35 tahun dengan posisi eksekutif/
manajerial (22%), serta pegawai swasta (44%). Untuk makan malam didominasi oleh
pemesanan dari rumah, tanpa ada profil demografis yang menonjol.





Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura,
Garick Kea , memaparkan penelitian mereka terkait perilaku pengguna layanan
pesan-antar makanan di Indonesia mengungkapkan banyak peluang yang belum
tersentuh di Indonesia.





“Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang
menggerakkan pertumbuhan bisnis ini. Dengan 95% masyarakat Indonesia memilih
untuk membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan mempunyai
potensi pertumbuhan yang besar. Persepsi positif konsumen terhadap Gojek juga
membuat Gojek berada di posisi yang menguntungkan.”





Badan Pusat Statistik telah menyatakan kehadiran layanan
seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17%
dari 5,07% di tahun 2017. Pemerintah berharap tumbuhnya industri layanan
pesan-antar makanan bisa memberikan ruang inovasi baru bagi pengusaha UMKM di
seluruh Indonesia untuk naik kelas dan meningkatkan kapasitas usahanya. (rel/mea)


Editor : Admin-1 Sumut Pos
#Nielsen Singapura #gofood #gojek