JAKARTA, SUMUTPOS.CO - Korlantas telah melakukan berbagai persiapan untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2024. Diprediksi terjadi peningkatan arus mudik hingga 136,7 juta pemudik. Rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan oneway disiapkan berdasarkan pemetaan hambatan dalam arus mudik.
Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan mengatakan bahwa pada 2023 terdapat 123 juta pemudik dan pada 2024 diprediksi meningkat 5 persen hingga 6 persen. Berarti angkanya berada di sekitar 136,7 juta pemudik. “Jelas ini perlu dikelola dengan baik,” ujarnya dalam rapat koordinasi kesiapan pengelolaan arus lalu lintas Mudik Lebaran 2024 di Hotel Borobudur kemarin.
Petugas akan membagi sejumlah titik lokasi perhatian. Yakni, jalan tol, rest area, jalan arteri, akses tempat wisata dan pelabuhan. Untuk jalan tol merupakan primadona arus mudik. Tentunya akan dilakukan contraflow dan oneway. “Namun, sesuai survei masih ada hambatan,” paparnya.
Hambatan tersebut merupakan rest area. Maka, perlu pengaturan di rest area yang menjadi trouble spot. Saat 2 juta kendaraan masuk jalan tol, rest area menjadi penghambat. “Sering kali kita mengatur rest area, tapi belum bisa menjadi solusi. Kita masih berupaya,” urainya.
Untuk rest area sesuai aturan lebaran sebelumnya waktu maksimal mempergunakannya hanya 30 menit. Setelahnya, pemudik harus keluar untuk bisa gantian dengan pemudik lainnya. “Apalagi rest area dalam dua tahun terakhir tidak bertambah jumlah dan luasnya,” terangnya.
Lalu untuk jalan arteri perlu dilakukan pemetaan trouble spot. Seperti, jalan Tasik-Garut yang mungkin sulit untuk dilakukan pengaturan. “Karena jalannya segitu saja, tidak ada penambahan jalan, tapi kendaraan terus bertambah,” paparnya.
Salah satu caranya dilakukan persiapan jalan alternatif. Namun, jalur utama tetap dimaksimalkan pengaturannya. “Untuk akses tempat wisata dan penyeberangan juga perlu dilakukan pengaturan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk arah Merak-Bakauheni, pola operasi akan serupa seperti tahun lalu. Tidak semua golongan kendaraan yang akan menuju Sumatera diarahkan menyeberang melalui pelabuhan Merak. ASDP Merak hanya akan melayani kendaraan roda empat, bus, dan truk golongan VB (truk dengan panjang kurang dari 7 meter). Sementara kendaraan roda dua, truk golongan VIB (truk dengan panjang 7-10 meter), dan truk golongan VII (truk dengan panjang 10-12 meter) serta truk besar golongan VIII dan IX akan dilayani melalui pelabuhan perbantuan.
Pembagian golongan kendaraan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pemudik di area Merak yang telah teruji efektif pada angkutan lebaran tahun lalu. Penerapan pengaturan ini berlaku mulai dari H-7 sampai dengan H-1 Idul Fitri.
GM ASDP Cabang Merak Suharto mengungkapkan, bahwa kapasitas parkir pelabuhan Merak telah bertambah menjadi 5.526 unit kendaraan kecil. Penambahan kapasitas ini merupakan hasil perobohan eks kantor KSKP dan kantor ASDP Merak sesuai dengan hasil rapat terbatas bersama Presiden tahun lalu. “Dermaga 2 ASDP Merak juga telah rampung ditingkatkan kapasitasnya sejak beberapa bulan lalu. Sehingga kapal dengan ukuran besar lebih dari 10.000 GT sudah dapat sandar di dermaga tersebut,” tuturnya. Dengan demikian, maka ASDP siap mengoperasikan tujuh dermaga secara optimal.
Lebih lanjut dia menyampaikan, pada kondisi normal, terdapat 126 trip operasional kapal dari seluruh dermaga di ASDP Merak selama pelayanan 24 jam. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 130 trip pada kondisi padat dan 139 trip pada kondisi sangat padat. “Dengan begitu, antrian kendaraan dapat diminimalisir terutama pada puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada H-3 Idul Fitri,” jelasnya.
Adapun terkait kebijakan batas maksimum pembelian tiket kapal ferry pada radius 4.7 km dari titik terluar pelabuhan Merak, pengguna jasa diimbau untuk memiliki tiket kapal jauh-jauh hari sebelum berangkat mudik. Namun, langkah antisipasi tetap disiapkan. ASDP menyiapkan tenaga pelayanan di beberapa titik luar pelabuhan yang menjadi buffer zone bagi pemudik yang belum bertiket. Buffer zone berada di posko Cikuasa atas dan bawah, rest area KM 68, rest area KM 43, dan rest area KM 13.
Sementara kemarin siang Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto kembali bersilaturahmi untuk menemui para ulama dan tokoh bangsa. Menjelang Ramadan yang tinggal hitungan hari, mantan panglima TNI itu mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut dia, MUI merupakan salah satu organisasi besar yang berpengaruh. “Kenapa saya harus datang ke MUI, karena MUI adalah organisasi besar. Di dalamnya ada 87 organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam,” ungkap dia.
Karena itu, Hadi menyebut MUI sebagai organisasi besar. “Pengaruhnya kepada masyarakat untuk menjaga keharmonisan di masyarakat itu sangat kuat sekali,” ujarnya. Untuk itu, menjelang Ramadan dan usai pelaksanaan pemilu bulan lalu, Hadi merasa perlu bertemu dengan MUI. “Pileg dan pilpres yang kondisinya saat ini juga masih terus kondusif, yang terus kita jaga, ini berkat kontribusi para kyai yang ada di MUI,” beber dia. Kondusifitas itu diharapkan terus berlangsung sampai presiden dan wakil presiden baru dilantik.
Dalam kesempatan itu, Hadi sempat menyampaikan soal kenaikan harga bahan-bahan pangan yang menjadi sorotan belakangan ini. Khususnya harga beras. Menurut dia, pemerintah sudah bekerja dan hasil kerja untuk menurunkan harga beras sudah mulai tampak. “Kan sudah ada satgas yang turun ke lapangan dan coba saja dicek, harga-harga di pasar kan sudah mulai agak berubah,” beber pejabat yang pernah berdinas sebagai menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu. (idr/syn/mia/jpg/ila)
Di tempat yang sama Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung pemerintah selama pemerintah dalam koridor yang benar. “Prinsip MUI itu begini, selama pemerintah benar MUI akan dukung. Tapi, kalau pemerintah berbuat tidak benar, maka MUI harus mengingatkan dan hukumnya wajib,” bebernya. Anwar memastikan prinsip tersebut bakal dijalankan. Pihaknya juga optimistis Hadi mampu menjalankan tugas sebagai menko polhukam. (idr/syn/mia/jpg/ila)
Editor : Redaksi