JAKARTA, SUMUTPOS.CO - Tim SAR Gabungan sudah berhasil mengevakuasi pilot dan engineer on board (EOB) pesawat Smart Air yang hilang kontak dan jatuh di wilayah Tarakan, Kalimantan Utara.
Minggu (10/3) evakuasi berlangsung sampai petang. Hingga Senin (11/3) sepuluh orang personel Tim SAR Gabungan yang turun ke lokasi jatuhnya pesawat bernomor registrasi PK-SNE itu masih berusaha mencari bagian pesawat yang bisa dimanfaatkan untuk investigasi.
Selain mengevakuasi pilot dan EOB, Tim SAR Gabungan juga diberi tugas untuk mencari bagian-bagian pesawat yang mengalami kecelakaan dalam penerbangan dari Bandara Juwata menuju Bandara Binuang tersebut. “Evakuasi (pilot dan EOB pada Minggu 10 Maret 2024) berhasil dilakukan pukul 16.36 WITA,” ungkap Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril.
Pilot bernama Capt M Jusuf berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara EOB atas nama Deni sudah meninggal dunia. Pesawat yang diterbangkan oleh Jusuf mengalami kecelakaan Jumat pekan lalu (8/3). Saat itu, Smart Air PK-SNE tengah menerbangkan kargo dengan total berat mencapai 583 kilogram.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Juwata pukul 08.25 WITA dan dijadwalkan mendarat di Bandara Binuang satu jam kemudian. Namun, sampai pukul 09.25 WITA tidak kunjung ada kabar dari pesawat Pilatus Porter itu.
Tim SAR Gabungan langsung bergerak setelah mendapat informasi pesawat tersebut hilang kontak. Pencarian dilaksanakan oleh berbagai unsur sampai para korban berhasil dievakuasi. “Korban dibawa menggunakan helikopter Caracal dan langsung menuju Lanud Anang Busra untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit dr. Jusuf SK,” beber Syahril. Evakuasi para korban dilakukan oleh sepuluh personel dari berbagai instansi.
Syahril menyebut, sepuluh orang itu terdiri atas lima orang petugas rescue dari Kantor SAR Tarakan dan lima orang lainnya merupakan personel TNI dan Polri. Mereka dikirim dari Tarakan ke lokasi jatuhnya pesawat Smart Air PK-SNE menggunakan helikopter. “Kami membagi tiga shorty untuk melaksanakan rappelling,” jelasnya. Shorty pertama menurunkan tiga orang, shorty kedua menurunkan tiga orang, dan shorty ketiga menurunkan empat orang.
Setelah berhasil mengevakuasi para korban, sepuluh personel Tim SAR Gabungan untuk mencari beberapa bagian pesawat sambil menunggu dijemput dari lokasi jatuhnya pesawat. Selain itu, Tim SAR Gabungan juga melakukan evaluasi atas operasi yang sudah mereka laksanakan. Kemarin malam, Kantor SAR Tarakan memastikan bahwa sepuluh personel yang melakukan evakuasi sudah dijemput. Emergency Locator Transmitter (ELT) dan API Box pesawat Smart Air PK-SNE pun sudah diserahkan kepada KNKT. Dengan begitu operasi SAR sudah tuntas dan resmi ditutup.
“Terima kasih atas kerjasamanya dalam melaksanakan evakuasi korban pesawat PK SNE milik Smart Aviation, tanpa kerjasama yang baik operasi SAR ini tidak akan berjalan maksimal,” ungkap Syahril.
Selain tim dari Kantor SAR Tarakan, TNI, Polri, evakuasi tersebut juga melibatkan petugas dari pemerintah daerah di Tarakan dan turut dibantu oleh masyarakat setempat. (syn/jpg/ila)
Editor : Redaksi