Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pangdam I/BB Dampingi Menhan Prabowo Subianto Salurkan Bantuan Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar

Admin SP • Jumat, 17 Mei 2024 | 21:30 WIB
DAMPINGI:  Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan saat dampingi Menhan RI, Prabowo Subianto, di Sumbar. Sumut Pos/Dokumen Pribadi
DAMPINGI: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan saat dampingi Menhan RI, Prabowo Subianto, di Sumbar. Sumut Pos/Dokumen Pribadi


MEDAN,SUMUTPOS.CO - Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan bersama sejumlah pejabat TNI-Polri dan Forkopimda mendampingi Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi yang melanda enam Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (16/5/2024) sekira pukul 10.00 WIB.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menhan Prabowo saat mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, setelah terbang dari Doha, Qatar.

"Saya turut berduka cita dan berbelasungkawa atas musibah yang terjadi di Sumatera Barat," kata Prabowo Subianto, Kamis (16/5/2024).

Dalam arahannya, Prabowo mengajak semua pihak dan masyarakat secara umum untuk terus berdoa agar musibah yang sama tidak kembali terjadi. Ia juga secara langsung mendoakan agar keluarga korban bencana lahar dingin tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

Prabowo mengatakan, dirinya sengaja terbang dari Qatar ke Ranah Minang untuk memberikan bantuan kemanusiaan dari Kementerian Pertahanan.

"Saya akan terus memantau perkembangan penanganan bencana yang terjadi," katanya.

Bantuan yang diserahkan Prabowo tersebut, akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, di antaranya Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, yang terjadi pada Sabtu (11/5) malam.

Adapun bantuan dari Kemenhan itu diserahkan secara simbolis oleh Prabowo kepada Bupati Agam dan Bupati Tanah Datar di kawasan BIM, Kabupaten Padang Pariaman.

Bantuan yang disalurkan, yakni beras sebanyak 20 ton, 1.000 paket obat-obatan dengan rincian obat diare, demam/flu, minyak kayu putih, betadine, dan vitamin. Berikutnya, 600 pasang sepatu boat, 3.000 lembar selimut, 3.000 paket alat mandi, dan 10.000 dus mie instan.

Hadir mendampingi kegiatan Menhan Prabowo di lokasi, antara lain Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, Pangkogabwilhan I, Laksdya TNI Agus Hariadi, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Danlantamal II Padang, Laksma TNI Syufenri, dan sejumlah Pejabat TNI-Polri dan Forkopimda jajaran Provinsi Sumatera Barat.

Sebelumnya, Kodam I/Bukit Barisan bersama satuan jajarannya di wilayah Korem 032/Wirabraja akan segera membangun lima unit jembatan Bailey di wilayah Kabupaten Agam, Sumbar.

Pembangunan jembatan Bailey untuk melancarkan kembali hubungan darat antar wilayah di Kabupaten Agam yang terputus paska tragedi banjir lahar dingin Gunung Marapi disertai longsor.

"Lima jembatan Bailey yang dibangun itu, meliputi Jembatan Tigo Niniak, Jembatan Rona Taluak, Jembatan Silaki 1, Jembatan Katiagan, dan Jembatan Congkong," ucap Pangdam I/BB, Mayjen TNI Mochammad Hasan di sela menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di Pos Komando Tanggap Darurat Kabupaten Agam di Bukit Batabuah, Kecamatan Ampek Angkek, pada Rabu (15/5) lalu.

Di Pos Komando ini, Pangdam Hasan hadir bersama Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, SSos, Pangkogabwilhan I, Laksdya TNI Agus Hariadi, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, Danrem 032/Wbr, Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Danlantamal II Padang, Laksma TNI Syufenri, serta Pejabat Utama TNI-Polri dan Forkopimda jajaran Provinsi Sumbar lainnya.

Ia menjelaskan, pembangunan lima jembatan Bailey tersebut merupakan salah satu dari sejumlah upaya penting dalam pelaksanaan langkah tanggap darurat di Kabupaten Agam yang dikerjakan pemerintah.

Sementara itu Kepala BNPB, Letjen Suharyanto menambahkan, paska bencana di Kabupaten Agam, ada lima kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Sungai Pua di Kecamatan Sungai Pua, Nagari Koto Tuo di Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Banuhampu, Nagari Batu Taba di Kecamatan Ampek Angkek, dan Kecamatan Tilatang Kamang.

Bencana yang terjadi di Kabupaten Agam juga menyebabkan 3.000 jiwa warga masyarakat harus mengungsi (data BPBD Sumbar per Selasa, 14 Mei 2024).

"Setiap satu keluarga dapat bantuan tunggu hunian sebesar Rp500 ribu. Wali Nagari sudah kita minta untuk mendata kebutuhan makanan dan minum warga yang mengungsi," jelasnya.

Selain itu, Suharyanto memastikan rumah warga yang rusak berat akan direlokasi dan diganti bangun baru senilai Rp60 juta.

"Jadi, satu keluarga yang rumahnya rusak berat akan dapat satu rumah baru. Sedangkan, untuk rumah rusak ringan, diberi uang pengganti Rp15 juta, dan rusak sedang Rp30 juta. Banyak sekali dampak bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor di Kabupaten Agam ini. 75 hektar tanaman padi terendam, 25 hektar holtikultura terendam, dan 1,74 hektar lahan pertanian rusak," imbuhnya.

Sedangkan, sambung Suharyanto, korban jiwa yang terdata hingga kemarin, sebanyak 22 orang sudah ditemukan. "Satu di antaranya sedang diidentifikasi," ucapnya.

Di akhir penjelasannya, Suharyanto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) setiap hari memantau kegiatan penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Sumbar.

"Kita diurus Presiden bersama beberapa pejabat ke daerah ini untuk menangani langsung proses tanggap darurat, sekaligus memberi penghiburan kepada warga masyarakat terdampak bencana," tutupnya. (dwi/han)

Editor : Redaksi
#pangdam I/BB #Menhan Prabowo