Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Presiden Jokowi Beli Sapi Qurban Idul Adha di Binjai

Admin SP • Jumat, 14 Juni 2024 | 20:31 WIB
Sapi PO Kebumen dari Bang YT Farm yang dibeli Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.Teddy Akbari/Sumut Pos.
Sapi PO Kebumen dari Bang YT Farm yang dibeli Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO - Presiden Joko Widodo membeli sapi untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah di Peternakan Bang Yanto (YT) Farm, Jalan Labu, Kelurahan Paya Roba, Binjai Barat, Kota Binjai. Sapi jenis Peranakan Ongole (PO) Kebumen yang bernama Suro dan berusia 3,5 tahun ini dibeli orang nomor satu di Republik Indonesia senilai Rp90 juta.

Presiden Jokowi bukan kali pertama membeli sapi qurban di Bang YT Farm. Ini merupakan kali kedua Presiden Jokowi membeli sapi qurban.

Pertama kali Presiden Jokowi membeli sapi berjenis limousin pada tahun 2022. Pemilik peternakan, Yanto mengungkapkan rasa syukurnya yang tak terhingga.

Sebab, sapi dari peternakannya terpilih kembali oleh Presiden Jokowi untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. "Pertama saya ucapkan kepada Allah SWT, yang mana sapi kita yang berjenis Peranakan Ongole (PO) Kebumen biasanya kami bilang para peternak, terpilih kembali menjadi sapi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tahun 2024 untuk Sumut," ujar Yanto, Jumat (14/6/2024).

Dia mengakui, perjuangan tak mengkhianati hasil. Sebab, kata dia, butuh perjuangan selama merawat sapi berjenis PO kebun ini.

Hasilnya pun kini tak sia-sia. Yanto menyebut, merawat sapi yang telah dibeli Presiden Jokowi ini dengan kata tak kenal lelah.

"Sangat-sangat berjuang agar sapi gemuk, sehat dan menjadi besar, dan terpilih menjadi sapi kurban Pak Jokowi di Sumut," ujar Yanto.

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi membeli sapinya seharga Rp90 juta dengan berat kurang lebih 860 kilogram. "Mulanya kami ajukan Rp100 juta, tapi ada penawaran sehingga harganya turun," bebernya.

Kurang lebih, Yanto menghabiskan waktu setahun untuk merawat sapi tersebut. Saat pertama kali beli, kata dia, belum sebesar sekarang ini kondisinya.

"Waktu itu kondisi sapinya masih kurus, jadi di sini kami rawat betul-betul. Serta program perawatan dan pakan yang maksimal, sehingga menjadi sehat dan gemuk," ucap Yanto.

Dia menambahkan, membuat sapi menjadi besar dan sehat, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama pemilihan bibit, kedua perawatan dan terakhir pakan sapi.

"Kita harus tau sapi ini bangsa besar bisa mencapai satu ton kah, itu harus dipilih betul-betul. Dan kita belajar dari pengalaman selama memelihara sapi. Jadi kita tau sapi yang model besar seperti apa dan bagaimana. Kemarin kami pas, gak salah pilih tenyata. Selain pemilihan bibit, kemudian perawatan serta pakan. Jadi tiga ini harus kita kuasai, agar kita bisa mencapai sapi yang kita inginkan," urai Yanto.

Saat dibeli oleh Yanto, sapi qurban Presiden Jokowi diberi nama Suro. "Kenapa kami kasih nama itu, karena kemarin kami beli sapi ini pas saat Bulan Suro," ujar Yanto.

Ada beberapa tahapan pemeriksaan sebelum sapi jenis PO milik Yanto terpilih menjadi sapi kurban Jokowi di Sumut. "Ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter hewan, salah satunya sampel darah, air liur, dan kotorannya. Saat ini sapi kami berusia 3,5 tahun," ucap Yanto.

Rencananya sapi qurban Presiden Jokowi yang dibeli dari Bang YT Farm akan disembelih di Masjid Juang 45 Kota Medan. Pada kesempatan ini, Yanto mengajak sesama peternak untuk saling berbagi ilmu dan diskusi duduk bareng bersama.

Tujuannya ke depan, agar peternak lain terpilih menjadi sapi qurban Presiden Indonesia. "Mudah-mudahan seterusnya, kita juga mengajak ke rekan-rekan peternak mari saling sharing sama kawan, berbagi ilmu, untuk menjadi motivasi. Agar supaya siapa tahu di tahun depan atau tahun berikutnya, peternak-peternak yang lain sapinya terpilih menjadi sapi kurban Presiden Indonesia," pungkasnya. (ted)

Editor : Redaksi
#idul adha