Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Saham BRI, BNI, dan Mandiri Anjlok. Dampak Danantara?

Juli Rambe • Selasa, 25 Februari 2025 | 20:25 WIB
Pergerakkan saham.
Pergerakkan saham.

 

SUMUTPOS.CO- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah selama dua hari berturut- turut. Tepatnya saat penutupan perdagangan pada Senin (25/2/2025) dan pembukaan pedagangan pada Selasa (26/2/2025).

Dari sisi saham, tiga emiten BUMN menjadi pemberat utama. BBRI berkontribusi 18,44 indeks poin. Lalu BMRI dan TLKM, masing-masing 13,85 indeks poin dan 16,20 indeks poin.

Anjloknya saham-saham emiten BUMN terjadi tepat sehari setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan Danantara, yang mana ketiga emiten tersebut merupakan portofolio awal aset badan pengelola investasi tersebut.

Penasihat Khusus Presiden Bambang Brodjonegoro menilai, pelemahan pada IHSG menandakan investor masih wait and see setelah pemerintah resmi meluncurkan Danantara.

"Ya, mungkin kita bisa melihatkan perilaku pasar itu kan memang sering wait and see ya. Mereka mungkin ingin kepastian apakah dengan ada Danantara ini akan makin membuat performance BUMN itu makin baik," kata dia ditemui di Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Selain itu, menurutnya kemungkinan investor khawatir terhadap BUMN yang biasanya memberikan dividen besar, kemudian akan menurunkan jumlah dividennya. Bambang meyakini kepentingan investor akan menjadi prioritas perusahaan.

"Memang juga ada mispersepsi saya lihat, misalkan kekhawatiran dari investor saham, misalkan perusahaan-perusahaan BUMN yang biasanya ngasih dividen yang cukup generous untuk investor barangkali akan menurunkan. Padahal saya yakin itu tidak menjadi bagian dari strategi ya," ungkapnya.

"Tetap kepentingan investor minoritas, investor yang masuk ke pasar saham tetap akan jadi perhatian dari seluruh perusahaan BUMN yang Tbk," pungkasnya.

Kejatuhan IHSG hari ini menjadi yang paling buruk di kawasan Asia Pasifik yang mayoritas terjerembab di zona merah. Hanya bursa saham India yang menguat sebesar 0,28%.

Sementara itu, mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak di zona merah. Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jadi paling amburadul. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe