Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Mengenal Puncak Cartensz, Impian Pendaki Seluruh Dunia

Juli Rambe • Senin, 3 Maret 2025 | 21:33 WIB
Puncak Jayawijaya atau juga dikenal Puncak Cartensz yang ditutupi salju abadi di Papua, Indonesia. (Dok: wikipedia)
Puncak Jayawijaya atau juga dikenal Puncak Cartensz yang ditutupi salju abadi di Papua, Indonesia. (Dok: wikipedia)

 

SUMUTPOS.CO- Puncak Jaya atau juga dikenal dengan puncak Cartensz di Papua, Indonesia kembali mencuri perhatian karena kembali menelan korban pendaki wanita. Padahal pendaki wanita ini sudah termasuk profesional dan mempersiapkan diri satu tahun sebelum ikut ke rombongan pendakian puncak Cartensz bersama penulis Fiersa Besari.

Puncak Cartensz atau Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah memiliki ketinggian sekira 4884 m. 

Fiersa menjelaskan, pendakian ke puncak Cartensz menjadi salah satu yang tersulit. Sebab, puncak tersebut memiliki medan tebing curam dengan ketinggian 600-an meter.

“Mewajibkan kita untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun (ascending dan rappelling) sebagai safety procedure,” tulis Fiersa.

“Sebagai catatan, di ketinggian di atas 4000-an mdpl, apalagi dalam cuaca buruk, kita memang tidak boleh diam terlalu lama, sebab rentan terkena hipotermia,” tambah penyanyi dan penulis, yang juga dikenal sebagai influencer pendaki gunung itu.

Dilansir dari Climbing The Seven Summits, cartenz merupakan yang tercuram dan salah satu pendakian yang paling menantang secara teknis dengan paparan cahaya yang luas dan panjat tebing Alpen.

Pendakian ke Gunung Cartenz biasanya dimulai dengan menggunakan helikopter untuk mencapai basecamp, karena jalur menuju gunung ini sangat sulit dijangkau melalui perjalanan darat. Tanpa helikopter, pendakian bisa memakan waktu lebih dari 8 hari perjalanan melalui hutan tropis yang lembap dan penuh tantangan. 

Pendaki akan melewati hutan yang berlumpur, penuh dengan lintah, dan medan yang curam, sebelum akhirnya mencapai basecamp yang menjadi titik awal pendakian. Namun, meskipun perjalanan menuju Gunung Cartenz penuh dengan tantangan fisik dan mental.

Asal Mula Nama Cartensz

Indonesia sendiri mengenal puncak ini dengan nama Puncak Jaya. 

Cartensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di kawasan Australia dan Oseania.

Dinamai sebagai Cartensz Pyramid, karena penemunya ialah seorang pelaut asal Belanda bernama John Cartensz pada 1623. Saat ditemukan, Cartensz menyebarkan informasi ke Eropa bahwa ada gunung yang tertutup salju meski lokasinya berada di garis khatulistiwa.

Tidak ada yang mempercayai informasi Cartensz mulanya. Namun yang pasti, ia adalah orang Eropa pertama yang melihat keindahan Piramida Cartensz.

Cartensz Pyramid (4884 m) merupakan gunung tertinggi di kawasan Papua Barat (Wilayah Pulau Papua yang masuk Indonesia). Di samping itu, ada pula Puncak Mandala (4640 m) dan Puncak Trikora (4730 m).

Cartensz Pyramid yang bersalju, oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Pegunungan Maoke. Disebutkan, pegunungan tersebut memiliki 4 gletser yang relatif besar. Gletser Meren yang berada di tepi puncak Nga Pulu (4862 m) menjadi yang terbesar.

Sementara itu, Dinding Piramida Cartensz memiliki tinggi sekitar 500-600 meter (1640). Di bagian atasnya dilintasi oleh langkan raksasa, yang di dalamnya terdapat dua lengkungan besar.

Bagian bawah dinding, sekitar 300 m “melengkung rapi” pada sudut 10-15 derajat. 

Bagian atas dinding sekitar 80 m dan hampir vertikal. Krista puncak Piramida Cartensz sebagian besar kasar dan terbuka. Beberapa pendaki beranggapan bahwa dinding Piramida Cartensz setajam kaca.

Ini Rute ke Jayawijaya

Rute pendakian Jayawijaya ke Yellow Valley atau basecamp Cartensz, bisa dilakukan dengan menggunakan helikopter. Setelah sampai di lokasi tersebut, pendaki umumnya akan melakukan aklimatisasi dan proses penyesuaian fisiologis agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kemudian juga latihan panjat tebing dan jatuh dengan alat panjat tebing, seperti di antaranya dapat dilakukan pendakian ke Puncak Nggapulu. 

Setelahnya, pendaki baru akan melakukan summit attack, dengan menggunakan perlengkapan panjat tebin. Waktu normal untuk mencapai puncak sekitar 7-8 jam.

Sedangkan keseluruhan waktu dari basecamp, termasuk latihan, bisa memakan waktu 1 minggu.

Impian Para Pendaki

Puncak cartenz juga merupakan bagian dari Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di tujuh benua yang menjadi impian para pendaki gunung di seluruh dunia. 

Meskipun bukan gunung berapi, Gunung Cartenz adalah bagian dari pegunungan kars, yang dikenal dengan medan terjal dan curamnya. Keindahan alam sekitar, termasuk adanya salju dan gletser es, makin menambah daya tarik gunung ini.

Keunikan Cartensz

Meskipun berada di garis khatulistiwa, Gunung Cartenz merupakan salah satu dari lima tempat di dunia yang masih memiliki salju abadi. Keunikan ini menjadikannya sebagai tujuan pendakian yang sangat dicari. Di puncaknya, kamu akan menemukan salju yang menutupi area yang cukup luas.

Berapa Biaya ke Puncak Cartensz?

Pendakian Cartensz atau puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya membutuhkan biaya yang mahal. Selain kesiapan fisik dan mental, calon pendaki Cartensz juga harus merogoh kocek dalam-dalam.

Biaya itu meliputi perjalanan ke Papua, helikopter, peralatan, yang ditaksir hingga Rp50-an juta. 

Biaya itu belum termasuk pelatihan mandiri dan pembekalan, dalam kaitannya untuk mempersiapkan medan yang sulit. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe