SUMUTPOS.CO- Lilie Wijayanti Pogieono dan Elsa Laksono dikenal sebagai korban saat mendaki Puncak Jaya, Papua, Minggu (2/2/2025).
Lilie dan Elsa ternyata adalah sahabat yang sudah saling mengenal sejak duduk di bangki Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Meninjaknya usia, tidak memisahkan kedekatan mereka. Kesibukkan karir dan keluarga tidak membuat kedekatan mereka lengkang. Walau, ada masanya mereka kehilangan kontak satu sama lain.
Mereka mulai mendaki bersama pada usia 18 tahun untuk menaklukkan Gunung Bromo.
"Persahabatan kami terputus tanpa kabar berita. Aku melanjutkan kuliah dan karier di Telkom dan Elsa melanjutkan kuliah Kedokteran Gigi di Jakarta. Karena itulah dia dinamai Mamak Gigi. Komunikasi terbatas dan hubungan terputus," tutur Lilie dalam konten Instagram-nya.
Dan alam pula yang menyatukan kedua sahabat karib ini, hingga dikenal Indonesia dan dunia.
Berikut profil Lilie Wijayanyi dan Elsa Laksono dikutip dari berbagai sumber.
1. Lilie Wijayanti Poegiono
Lahir di Malang, 2 Oktober 1965. Perempuan berusia 59 tahun itu dikenal sebagai pemilik akun Instagram @mamakpendaki. Dalam kesehariannya, Lilie merupakan seorang perancang busana melalui usaha bisnis bernama La Belle Femme (LBF).
Dia telah mendaki sekitar 30 gunung, termasuk Gunung Merbabu, Manglayang, Slamet, Burangrang, Kelud, Cartenz, Kerinci, Semeru, Rinjani, Bukit Raya, Latimojong, dan Binaiya.
Sebelum mendaki Puncak Cartenz, Lilie sempat mengunggah video momen persiapannya memilih pakaian untuk mendaki.
Lilie Wijayanti merupakan warga Kelurahan Warung Muncang, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat.
Ia aktif mendaki sejak sekolah di SMA Katolik Santo Albertus Malang, Jawa Timur.
Setelah menikah dan memiliki anak, Lilie kembali melanjutkan hobinya mendaki sejumlah gunung.
Suami Lilie, Frigard Harjono, mengatakan istrinya merupakan sosok yang memiliki tekad kuat.
"Istilahnya kalau kata dia itu berapa pun nilainya begitu akan dia perjuangkan. Dan, saya pun belajar dari dia dalam hal seperti ini, karena saya bukan tipe yang begitu banget," tuturnya.
Lilie meninggalkan suami dan dua orang anak yang tinggal di luar negeri.
"Saya hanya bisa mendoakan sekarang. Semoga selamat evakuasinya, karena kalau selamat dalam hal hidup sebagai manusia sudah enggak, walau tak menutup kemungkinan kuasa Tuhan," imbuhnya.
Sebelum mendaki, Lilie sempat melakukan latihan fisik di Citatah, Bandung Barat selama setahun.
"Saya lihatnya latihannya oke dan peralatannya juga sudah oke hingga kemampuannya cukup. Akhirnya, ya saya katakan silakan," ucapnya.
Menurutnya, pendakian ke Gunung Cartenz salah satu impian terbesar Lilie sehingga Frigard memberikan izin.
2. Profil Elsa Laksono
Elsa Laksono merupakan pendaki perempuan asal Malang, Jawa Timur yang lahir pada 24 Juli 1965. Dia dikenal sebagai Mamak Gigi yang mengelola akun Instagram @explorewithelsa.
Perempuan 59 tahun ini berprofesi sebagai dokter gigi, sehingga kerap dipanggil Mamak Gigi.
Sejak muda, Elsa memiliki kecintaan terhadap alam. Dia diketahui telah mendaki Gunung Sumbing, Papandayan, Slamet, dan Mahameru. Bersama Lilie, Elsa juga diketahui pernah mendaki gunung tertinggi di dunia Gunung Everest, Nepal pada 2019.
Kronologi Kejadian yang Menimpa Lilie dan Elsa
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignasius Benny Ady Prabowo, menjelaskan kedua korban termasuk bagian tim pendakian yang terdiri dari 10 orang.
Mereka terbang dari Bandara Timika menuju Yellow Valley menggunakan helikopter milik PT Komala Indonesia pada Rabu (26/2/2025) pukul 07.00 WIT.
Para pendaki mulai menyeberangi jembatan Tyrollean pada Jumat (28/2/2025).
Seluruh pendaki dapat mencapai puncak dan mulai mengalami gejala hipotermia saat turun.
Pendaki bernama Nurhuda tiba di basecamp sendirian untuk meminta bantuan ada rekannya yang terkena hipotermia.
Guide bernama Yustinus Sondegau langsung melakukan upaya bantuan sambil membawa sleeping bag, fly sheet, air panas, dan radio.
“Nahasnya, pendaki Octries menginformasikan ke pendaki Deshir bahwa dua orang ibu-ibu (Lilie dan Elsa) yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia,” lanjutnya.
Kedua jenazah sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk dimandikan. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe