Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jamaah Calon Haji Diimbau Tak Keluar dari Kota Makkah

Juli Rambe • Jumat, 16 Mei 2025 | 20:15 WIB
Jamaah haji saat melakukan ibadah salat di Masjidil Haram. (Dok: Kemenag).
Jamaah haji saat melakukan ibadah salat di Masjidil Haram. (Dok: Kemenag).

 

SUMUTPOS.CO- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau seluruh jamaah haji Indonesia untuk tidak melakukan city tour keluar Kota Makkah. Menginggat, saat ini sudah mencapai puncak ibadah haji.

Selain itu, imbauan ini untuk menginggatkan jamaah, bahwa pemerintah Arab Saudi tengah memperketat pemeriksaan administrasi dan keamanan menjelang puncak ibadah haji.

“Kami mengimbau jemaah haji tidak city tour sementara waktu,” ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ali Machzumi, Kamis (15/5). 

Ia menambahkan, pengawasan ketat difokuskan kepada jamaah yang belum memiliki kartu identitas resmi haji atau kartu Nusuk.

Pengetatan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan, kenyamanan, dan keamanan seluruh jemaah. 

Sesuai aturan otoritas Saudi, hanya mereka yang memegang visa haji resmi yang diperkenankan masuk dan beraktivitas di dalam wilayah Kota Makkah.

Selain larangan city tour ke luar kota seperti ke Thaif atau Jeddah, jamaah juga diminta tidak melaksanakan umrah sunah dari miqat luar kota seperti Ji’ranah dan Hudaibiyah. Lokasi tersebut termasuk dalam zona checkpoint atau pemeriksaan keamanan.

“Jika akan umrah sunah, agar mengambil miqat di Tan’im atau Masjid Aisyah,” kata Ali. 

Tan’im merupakan batas miqat dalam kota Makkah yang aman diakses jamaah karena tidak melewati pos pemeriksaan keamanan.

Hingga Jumat pagi (16/5) pukul 07.30 Waktu Arab Saudi, tercatat 101.302 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan dari Tanah Air. Angka ini setara 48,82 persen dari total kuota jemaah reguler Indonesia tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 38.464 jemaah sudah dipindahkan dari Madinah ke Makkah melalui jalur darat.

Sedangkan total jamaah lansia yang sudah tiba tercatat mencapai 20.569 orang, menunjukkan bahwa hampir satu dari lima jemaah adalah lanjut usia.

PPIH mengingatkan bahwa mobilitas jamaah yang tinggi menjelang puncak haji harus disertai kedisiplinan, terutama dalam mengikuti aturan dan regulasi lokal.

Dengan mematuhi imbauan ini, diharapkan jemaah dapat beribadah dengan tenang, terhindar dari kendala administratif, serta lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (jpc/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe