Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

OJK Tak Soalkan Danantara Investasi Bitcoin

Johan Panjaitan • Jumat, 23 Mei 2025 | 07:05 WIB
Suasana di depan gedung Danantara di Cikini, jakarta, Senin (24/2/2025). foto: HANUNG HUMBARA/JAWA POS
Suasana di depan gedung Danantara di Cikini, jakarta, Senin (24/2/2025). foto: HANUNG HUMBARA/JAWA POS

JAKARTA, sumutpos.Jawapos.com– Bertepatan dengan semarak Bitcoin Pizza Day, harga BTC berhasil tembus all time high (ATH) USD 111.888 ribu. Itu terjadi pada Kamis(22/5) pukul 10.00 WIB. Sebagai salah satu aset diversifikasi, bitcoin buktikan ketahanannya setelah berhasil mengakhiri reli koreksi harga yang cukup panjang.

Peningkatan tersebut membuat wacana adopsi BTC sebagai instrumen investasi Danantara semakin menguat. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merestui jika lembaga superholding itu memiliki cadangan dana dalam bentuk aset kripto.

“Kami dalam posisi sangat menghargai adanya usulan yang cukup inovatif, dan dimunculkan dari pelaku usaha salah satu pedagang aset keuangan digital domestik terkait dengan keinginan atau usulan Danantara untuk mempertimbangkan kepemilikan cadangan Bitcoin. Hal itu sebagai langkah selain diversifikasi aset juga upaya untuk penguatan nilai tukar rupiah,” papar Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi.

OJK akan terus mendampingi dan berperan aktif dalam mengawal lembaga keuangan yang ingin menjajaki inovasi keuangan digital, termasuk Danantara. Dengan demikian, dapat mencegah adanya gangguan atas stabilitas sistem keuangan nasional dan mitigasi risiko mengedepankan praktik market conduct yang baik. “Tentunya perlindungan kepada kepentingan konsumen dan publik,” tandasnya.

Diversifikasi Cadangan
Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal menyatakan bahwa usulan tersebut mencerminkan kemajuan pola pikir strategis dari pelaku industri terhadap peran aset kripto dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Jika dikelola dengan prinsip governance dan mitigasi risiko yang kuat, aset kripto seperti bitcoin bisa menjadi bagian dari strategi diversifikasi cadangan negara. Khususnya, dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar,” tuturnya.

CEO Bittime Ryan Lymn menambahkan, bitcoin berhasil bangkit setelah mengalami penekanan yang cukup dalam bulan lalu. Lonjakan ini merupakan pencapaian sekaligus pengingat perjalanan BTC dalam 15 tahun terakhir yang menunjukkan bagaimana inovasi teknologi dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap aset diversifikasi.

Ia menambahkan, kenaikan harga Bitcoin hingga USD 111.000 tidak hanya mencerminkan optimisme pasar. Tetapi, juga dorongan dari adopsi institusional, regulasi yang semakin matang, dan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi blockchain.

Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku, menilai kenaikan harga ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi, arus investasi institusional, serta relatif tingginya optimisme para investor yang dapat dilihat dari beberapa indikator.
’’Masuknya investasi dari institusi besar seperti aset manager global memperkuat posisi bitcoin di pasar,’’ ucapnya.

Ekspektasi para pelaku pasar terhadap akan diturunkannya suku bunga The Fed juga turut menjadi faktor di balik tren positif bitcoin saat ini. “Jika bitcoin mampu bertahan di atas USD 105 ribu. Potensi menuju USD 120 ribu semakin terbuka,” tuturnya. (bil/han/dio/jpg)

Editor : Johan Panjaitan
#Danantara #ojk #cadangan #aset kripto