Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kemenag Tegaskan Safari Wukuf Khusus Lansia Gratis

Juli Rambe • Selasa, 10 Juni 2025 | 21:40 WIB
Jamaah haji saat melakukan ibadah salat di Masjidil Haram. (Dok: Kemenag).
Jamaah haji saat melakukan ibadah salat di Masjidil Haram. (Dok: Kemenag).

 

SUMUTPOS.CO- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menegaskan bahwa seluruh layanan safari wukuf yang diselenggarakan pemerintah tidak memungut biaya sepeser pun dari para jamaah.

Hal ini diungkapkannya untuk meluruskan kabar yang beredar di masyarakat yang menyatakan safari wukuf dikutip biaya.

“Safari wukuf ini program yang sudah lama. Kita tidak memungut biaya apapun dari pasien ataupun dari jamaah safari wukuf itu,” kata Hilman saat ditemui di hotel transit untuk safari wukuf, Makkah, Minggu (10/6).

Hilman mengatakan, ada dua penyelenggara safari wukuf. Yakni, safari wukuf yang diselenggarakan oleh Kemenag, dan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Namun, dia menegaskan bahwa kedua penyelenggara itu sama sekali tidak menarik biaya alias gratis.

Hilman menyebut, dugaan adanya pungutan kemungkinan berasal dari hubungan personal antara jamaah dengan pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).

Dalam beberapa kasus, sejumlah jamaah mungkin melakukan komunikasi pribadi dengan pembimbingnya untuk keperluan tertentu, seperti penggunaan kursi roda saat umrah wajib atau sunnah.

“Kalau kami cermati itu sebetulnya hubungan antara jamaah dengan KBIH ataupun para pembimbingnya, dan itu konteksnya tidak dalam safari wukuf,” ujarnya.

Ada dugaan, jamaah yang sudah membayar ke pembimbing di KBIH itu ternyata masuk dalam peserta safari wukuf. Sehingga ada laporan, bahwa jamaah tersebut mengeluarkan uang agar masuk safari wukuf. Padahal, sejak awal dia memang peserta safari wukuf.

Lebih lanjut Hilman menjelaskan, menyewa kursi roda dengan membayar secara langsung memang ada. Tetapi, itu saat di kawasan Masjidil Haram. Misalnya untuk tawaf atau sai.

"Tapi untuk safari wukuf, pemerintah, Kementerian Agama, maupun petugas tidak memungut biaya apapun," tegasnya.

Menurut Kasi PKP2JH Daker Makkah, Susilowati, sebanyak 2.032 jamaah mendaftar untuk mengikuti program safari wukuf pada Kamis, 5 Juni 2025. Namun, karena keterbatasan kapasitas dan hasil seleksi medis, hanya 500 jamaah yang akhirnya bisa diberangkatkan menggunakan 16 bus khusus.

Dari jumlah pendaftar, 18 jamaah batal berangkat karena kondisi fisik tidak memungkinkan, empat dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan dua jamaah meninggal dunia sebelum sempat diberangkatkan.

Safari wukuf dilakukan dengan membawa jamaah ke Arafah menjelang waktu wukuf, membiarkan mereka tetap berada di dalam bus selama prosesi wukuf berlangsung, dan setelahnya langsung diarahkan ke Mina tanpa turun di Muzdalifah (mekanisme murur).

"Kami membawa jamaah dari hotel, dan kita akan mengembalikan ke hotelnya masing-masing. Tanpa biaya," jelasnya. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe