SUMUTPOS.CO- Praktik asusila alias PSK ramai dikabarkan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, informasi itu langsung dibantah oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Dia mengklaim bahwa itu informasi itu hanya kabar berulang atau recycle.
"Saya kira kalau informasi itu (maraknya PSK) adalah yang diulang. Atau informasi yang dulu, jadi recycle. Di-recycle informasinya itu, kalau sekarang sudah tidak ada," kata Basuki dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/7).
Dia mengakui jauh sebelum dirinya bertugas di IKN memang ada sejumlah PSK berada di kawasan IKN. Kini sudah tidak ada.
Menurut dia, salah satu anggota DPR RI yang mengaku baru mendengar kabar tersebut beberapa hari belakangan ini.
"Iya (kabar yang beredar hari ini), itu di recycle. Dulu itu ada online. Insya Allah kalau sekarang tidak ada. Sabung ayam juga enggak ada," jelasnya.
Diketahui, Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin mencecar Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono terkait kabar maraknya praktik prostitusi menjamur di IKN. Momen itu terjadi saat Basuki rapat kerja (raker) di Komisi II DPR.
Khozin mengatakan apabila praktik prostitusi benar, bakal berdampak pada moral ASN. Bahkan, mempengaruhi produktivitas kerja.
Tak hanya soal praktik prostitusi, Khozin juga mencecar Basuki dengan ramainya praktik judi sabung ayam.
"Para isteri akan kuatir karena suaminya tidak pulang. Makanya, jangan sampai kejadian ini terjadi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Bagenda Ali mengatakan, praktik prostitusi di sekitar IKN kini tengah menjadi perhatian serius.
Menurut dia, sejak awal tahun hingga Juni 2025, pihaknya telah mengamankan 64 perempuan dalam tiga gelombang operasi penertiban di Kecamatan Sepaku. Kecamatan itu merupakan jantung dari IKN.
"Kami pantau dan lakukan operasi penertiban praktik prostitusi daring maupun luring di sekitar wilayah IKN,” ujar Ali. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe