JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Suara kecaman dan keprihatinan terhadap genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza menggema dari berbagai kalangan di berbagai negara. Menteri Luar Negeri (Menlu), mantan menlu, dan pendiri WikiLeaks turut terlibat di dalamnya.
Di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, kemarin (3/8), Menlu Sugiono turut turun ke jalan dalam aksi Selamatkan Palestina. “Kita berkumpul di sini karena sebuah keterpanggilan, bukan hanya sebagai Muslim semata, tetapi sebagai bagian dari umat manusia yang tidak menerima kekejaman dan kekejian yang menimpa saudara-saudara kita di Gaza dan Palestina,” ucap Sugiono.
Dia juga memastikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah memasukkan urusan Palestina dalam agenda, sebagaimana disampaikan saat pelantikan. Dalam beberapa waktu terakhir, ratusan miliar rupiah, jutaan dolar, dan 4.400 ton bantuan logistik telah dikirimkan ke Palestina.
“Beliau berbicara di forum ASEAN, OKI, dan forum multilateral lainnya untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, Israel telah membantai 60 ribu orang, mayoritas warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan. Organisasi Pangan PBB juga mengingatkan ancaman kelaparan karena sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza akibat blokade Israel.
Sugiono juga menambahkan, sebagai menlu, dia juga melakukan hal serupa. “Dalam waktu dekat, kita juga akan mengirimkan 10.000 ton beras untuk rakyat Palestina,” imbuhnya.
Sementara itu, deklarasi kemerdekaan Palestina dalam bahasa Indonesia dibacakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis. Total ada lima poin. “Mengutuk keras genosida yang terjadi di Gaza, Palestina, berupa pembantaian dan pelaparan massal yang telah merenggut puluhan ribu nyawa tak berdosa,” kata Cholil, membacakan salah satu poin.
Bebaskan Palestina
Di Sydney, Australia, ada lebih dari 50.000 orang menghadiri demonstrasi pro-Palestina kemarin. Sembari membawa spanduk bertuliskan “Selamatkan Gaza” dan “Bebaskan Palestina”, mereka menutup salah satu ikon kota tersebut, Sydney Harbour Bridge, untuk menyampaikan aspirasi.
Selain Assange yang balik ke Australia tahun lalu setelah bebas dari penjara di Inggris, hadir pula mantan menlu Australia Bob Carr. Mehreen Faruqi, senator New South Wales, menyebut aksi itu bakal tercatat dalam sejarah.
“Israel harus dijatuhi sanksi terberat karena pasukannya telah melakukan pembantaian,” katanya, dalam pidatonya.
Prancis, Inggris, dan Kanada dalam beberapa minggu terakhir telah menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Meski meminta perang di Gaza diakhiri, Australia belum sampai tahap akan memberi pengakuan terhadap Palestina. (wan/lyn/ttg/jpg)
Editor : Johan Panjaitan