MEDAN, SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Pariwisata dan ekonomi digital saling terkait erat. Ekonomi digital, menjadi pendorong pertumbuhan pariwisata, termasuk di Sumatera Utara.
Digitalisasi dalam pariwisata memungkinkan promosi destinasi yang lebih luas, memudahkan perencanaan perjalanan, dan meningkatkan pengalaman wisatawan melalui berbagai platform digital. Melihat potensi ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara terus mendorong program pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi digital.
Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara mengatakan, sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, berdaya saing dan berkeadilan, Kadin Sumut telah menyusun beberapa program stategis untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Termasuk sektor Pariwisata dan Ekonomi Digital.
‘’Target kita mewujudkan Sumatera Utara menjadi destinasi utama Pariwisata dengan inovasi digital dan pembangunan perkotaan berkelanjutan,’’ujarnya saat bincang-bincang dengan wartawan di Kantor Kadin Sumut Jalan Sekip Baru Medan (12/8).
Firsal memaparkan peluang sektor pariwisata Sumut. Data terbaru memperlihatkan, jumlah pengunjung domestik ke daerah ini mencapai 4.71 juta (80,8%). International: 1,12 Juta (19,2%).
Kawasan yang terbanyak dikunjungi adalah Danau Toba: 2.1 juta (36%). Kota Medan: 1.8 juta (31%), Berastagi & Karo: 850,000 (14.6%), Pulau Nias: 380,000 (6.5%), Simalungun : 420,000 (7.2%), Sibolga & Tapanuli: 280,000 (4.7%).
Peluang ini, ujar Firsal akan memberi kontribusi langsung terhadap PDB yang saat ini 4,8%, diproyeksikan menjadi 8,5% pada tahun 2028. ‘’Ketenagakerjaan dari 185.000 lapangan kerja, diproyeksikan menjadi 350 ribu pada tahun 2028.
Angka ini berpeluang bertambah. Misalnya untuk mall di Sumut, masih berpeluang bertambah 5 mall lagi dengan nilai investasi Rp. 5.5 triliun. ‘’ Untuk rumah sakit Sumut masih punya peluang menambah 6 rumah sakit lagi dengan kapasitas 1500+ tempat tidur dan investasi Rp 3,6 triliun,’’papar Firsal.
Terakhir, Dida juga menekankan pentingnya membangun optimisme di kalangan pelaku usaha agar roda perekonomian tetap bergerak, mulai dari usaha kecil, menengah, hingga besar.
Persepsi negatif dan ketakutan terhadap kondisi ekonomi justru akan memperlambat perputaran uang, mengurangi konsumsi, dan berujung pada penurunan produksi serta potensi PHK. Kadin Sumut mengajak semua pihak untuk bersinergi, membangun suasana kondusif yang akan memberi kenyamanan dan kepercayaan dunia usaha.
’’Sehingga target kita terhadap pertumbuhan ekonomi dapat tercapai,’’ujarnya. (sih)
Editor : Redaksi