JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Musa Rajekshah, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mempercepat pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal ini disampaikannya usai menyimak pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8).
“Saya apresiasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian. Cita-cita beliau soal ketahanan pangan bisa tercapai bila distribusi pangan didukung oleh infrastruktur yang memadai,” ujar Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck.
Menurut Ijeck, konektivitas jalan menjadi faktor utama dalam mendukung distribusi produksi pangan dari sentra-sentra utama pertanian, perikanan, dan peternakan ke pasar.
“Perekonomian masyarakat akan meningkat jika infrastruktur jalan yang menghubungkan daerah-daerah pemasok produksi pangan dibangun dan diperbaiki dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan jalan tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk jalan nasional, tetapi juga mencakup pembangunan jalan daerah, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang menjadi dasar kerja Komisi V DPR RI.
“Komisi V DPR memiliki dasar hukum melalui Keppres bahwa pembangunan jalan daerah juga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, karena kaitannya langsung dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” tegas Ijeck, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara.
Lebih lanjut, Ijeck menyatakan bahwa Komisi V DPR siap menindaklanjuti dan merekomendasikan usulan pembangunan jalan dari pemerintah daerah kepada Kementerian PUPR.
“Kami akan melihat target rencana pembangunan jalan dari bupati maupun gubernur, untuk kemudian kami rekomendasikan ke Menteri PUPR,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa perhatian terhadap konektivitas dari dan ke sentra pangan akan menjadi prioritas, sebagai bagian dari dukungan legislatif terhadap program swasembada pangan yang diusung oleh Presiden Prabowo.
Menurut Ijeck, impian Presiden Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan hanya bisa tercapai jika seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif, termasuk legislatif, eksekutif, dan pemerintah daerah.
“Presiden Prabowo memiliki visi besar menjadikan Indonesia swasembada pangan. Itu harus dimulai dari pembangunan desa dan penguatan distribusi. Dan ini semua memerlukan dukungan infrastruktur yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus digerakkan dari tingkat perdesaan hingga perkotaan, agar kesejahteraan benar-benar dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan