JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya menekan fenomena pasangan yang tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan yang sah. Salah satu caranya adalah dengan menggelar pernikahan massal secara gratis dua bulan sekali.
Selain di Jakarta, program tersebut juga akan diterapkan di berbagai daerah. Pada 26 Juni lalu, misalnya, Kemenag menggelar nikah massal di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebanyak 100 pasangan dinikahkan.
Di tempat yang sama, program serupa bertajuk Nikah Fest dengan 100 pasangan juga diselenggarakan kemarin (4/9). Menag Nasaruddin Umar mengatakan, pihaknya juga sudah memfasilitasi nikah gratis bagi WNI yang ada di Taiwan, yang diikuti oleh 87 pasangan.
"Akan menyusul nanti Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan negara-negara yang besar umat Islam dari Indonesianya," katanya seusai menghadiri akad nikah serentak 100 pasangan di Istiqlal.
Nasaruddin mengatakan, pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) tidak dipungut biaya jika dilakukan pada jam dan hari kerja. Sedangkan pencatatan nikah di luar KUA juga sejatinya tidak mahal.
Namun, biaya resepsi atau pesta nikah yang mahal. "Bayangkan, kalau orang kawin normalnya itu mungkin paling sedikit adalah Rp 100 juta yang harus dikeluarkan ya kan (untuk resepsi)," katanya.
Dengan mengikuti program nikah massal gratis yang dihelat dua bulan sekali, lanjut Nasaruddin, pasangan tidak perlu mengeluarkan biaya penghulu. Bahkan untuk mahar juga disiapkan pemerintah.
Selain itu, setiap pasangan disewakan hotel gratis untuk malam pertama sekaligus edukasi terkait membina keluarga. Pasangan juga diberi uang Rp 2 juta untuk modal usaha.
Dalam kesempatan yang sama Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya sudah memfasilitasi nikah massal gratis. "Pesan yang ingin kami sampaikan, kalau sudah cukup umur, memenuhi syari, tidak usah ragu untuk menikah," katanya. (jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan