Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jurnalisme dapat Menjadi Kekuatan untuk Perubahan Lingkungan yang Berkelanjutan

Redaksi • Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:14 WIB
Jurnalis lingkungan senior dari Indonesia Harry Surjadi, memberi pemaparan pada sesi kedelapan dari Voices of Tomorrow: Where Young Journalists Meet Editorial Wisdom pada Sabtu (18/10/2025) lalu.
Jurnalis lingkungan senior dari Indonesia Harry Surjadi, memberi pemaparan pada sesi kedelapan dari Voices of Tomorrow: Where Young Journalists Meet Editorial Wisdom pada Sabtu (18/10/2025) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Sesi kedelapan dari Voices of Tomorrow: Where Young Journalists Meet Editorial Wisdom pada Sabtu (18/10/2025) lalu mengambil tema Jurnalisme Lingkungan. Sesi ini menghadirkan dua mentor berpengalaman di bidang jurnalisme lingkungan, yaitu Anumita Roychowdhury, Executive Director di Centre for Science and Environment (CSE), dan Harry Surjadi, jurnalis lingkungan senior dari Indonesia.

Dalam sesi ini, para mentor berbagi pengalaman dan wawasan tentang bagaimana jurnalisme dapat menjadi kekuatan untuk perubahan lingkungan yang berkelanjutan. Mereka membahas tantangan dalam meliput isu-isu lingkungan, pentingnya pendekatan berbasis data, serta peran jurnalis dalam membangun kesadaran publik terhadap krisis iklim dan keberlanjutan.

Harry Surjadi menjelaskan, jurnalisme lingkungan tidak hanya berfokus pada pokok bahasan khusus isu lingkungan hidup saja. Tetapi yang lebih luas, jurnalisme lingkungan mencakup pokok bahasan kesehatan, ekonomi, politik, perdagangan, pembangunan sumber daya alam dan masalah sains.

‘’Interaksi manusia dengan komponen lingkungan mahluk hidup maupun benda mati yang mengganggu lingkungan melalui penggunaan, penyebaran, perubahan sumber dayanya adalah termasuk pokok bahasan jurnalisme lingkungan,’’ujarnya.

Dikatakannya, jurnalis lingkungan tidak cukup hanya paham jurnalisme. Tetapi juga harus paham (sedikit) mengenai ekologi, biologi, hutan, kimia, ekonomi, sosiologi dan politik. Liputan lingkungan, ujarnya tidak mudah karena seringkali persoalan lingkungan kompleks, complicated, rumit dan kontroversial.

Tetapi dengan pendekatan berbasis data, liputan lingkungan dapat memberi dampak luas dalam membangun kesadaran publik terhadap isu isu lingkungan seperti krisis iklim dan keberlanjutan. Dan yang penting juga, dalam meliput isu lingkungan harus ada tujuan (purpose) yang akan dicapai.

Sementara Anumita Roychowdhury menjabarkan beberapa program pemerintah India dalam mendukung lingkungan yang berkelanjutan. Salah satunya, pemerintah India memiliki dukungan yang sangat positif untuk program bus listrik dan program tersebut sudah berkembang sedemikian rupa.

Acara ini juga dihadiri oleh Sachin Gopalan, CEO India News Desk, serta Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mendorong jurnalisme yang berkualitas dan berintegritas. Voices of Tomorrow merupakan program pelatihan dan pengembangan jurnalis berlangsung selama tiga bulan (Juli–Oktober 2025) dalam format workshop daring mingguan.

Diselenggarakan oleh India News Desk bekerja sama dengan Embassy of India Jakarta. (sih)

Editor : Redaksi
#jurnalisme