JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang Indonesia masih berada dalam level aman dan terkendali.
Hingga September 2025, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp9.138,05 triliun, atau setara 39,86 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) — jauh di bawah batas aman internasional.
Menurut Purbaya, lembaga pemeringkat global menilai kekuatan fiskal suatu negara dari dua indikator utama: defisit terhadap PDB (deficit to GDP ratio) dan rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio). Berdasarkan kedua indikator tersebut, Indonesia dinilai masih berada dalam kategori sehat.
“Defisit Indonesia terjaga dalam level di bawah 3 persen, dengan catatan terakhir sebesar Rp371,5 triliun atau 1,56 persen terhadap PDB per 30 September 2025,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (29/10).
Sebagai perbandingan, Uni Eropa melalui Maastricht Treaty menetapkan batas defisit maksimal sebesar 3 persen terhadap PDB dan rasio utang 60 persen terhadap PDB. Dengan demikian, posisi Indonesia masih jauh di bawah ambang batas internasional tersebut.
“Jadi, dengan standar internasional yang paling ketat pun, kita masih prudent,” tegasnya.
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar defisit tetap terkendali dan tidak melampaui batas 3 persen.
“Dalam waktu dekat nggak akan berubah. Nggak akan saya ubah itu, akan saya jaga terus baik tahun ini maupun tahun depan,” tegasnya lagi.
Ia juga menjelaskan bahwa evaluasi terhadap rasio utang dan pendapatan negara baru akan dilakukan jika pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus level 8 persen.
“Kalau tumbuh 7 persen, misalnya, kami pertimbangkan. Perlu nggak kita kurangi pajak? Atau perlu nggak kita kurangi atau tambah utang untuk tembus 8 persen? Tapi semuanya jelas hitungannya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, merinci bahwa total utang pemerintah per Juni 2025 terdiri atas pinjaman sebesar Rp1.157 triliun dan surat berharga negara (SBN) senilai Rp7.980,87 triliun.
Baca Juga: Tampilkan Azizah Salsha, Erspo Panen Hujatan
Dengan kondisi fiskal yang masih terkendali dan kebijakan pengelolaan utang yang hati-hati, pemerintah optimistis Indonesia tetap berada pada jalur pembangunan berkelanjutan tanpa membebani generasi mendatang.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan