Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

11 Siswa Alami Kurang Penglihatan dan Gangguan Pendengaran Akibat Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Juli Rambe • Sabtu, 8 November 2025 | 06:00 WIB
Siswa SMAN 72 Jakarta berlarian usai mendengar suara ledakan di musalla. (Dok: tangkapan layar)
Siswa SMAN 72 Jakarta berlarian usai mendengar suara ledakan di musalla. (Dok: tangkapan layar)

 

SUMUT POS- Para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mulai menunjukkan gejala yang kurang baik. Diketahui, ada yang mengalami gangguan penglihatan hingga pendengaran berkurang akibat dampak ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah mereka, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11). 

“Yang dirawat di sini ada sekitar 11 orang dan kebanyakan matanya kabur terus pendengarannya kurang. Untuk luka kecil, saya buka pos sini,” ujar Ketua RT 07 Kelurahan Kelapa Gading Barat, Krissensiana Orol Hotmatua, di lokasi kejadian.

Korban luka berat langsung dievakuasi ke Balai Kesehatan Angkatan Laut (BKAL) di Kodamar, sebelum dirujuk ke beberapa rumah sakit, antara lain RSI Cempaka Putih, RS Pertamina, dan RS Yarsi.

Sementara itu, korban luka ringan menjalani rawat jalan di pos kesehatan darurat yang dibuka warga setempat.

Dari 11 korban yang dirawat di sekitar lokasi, dua di antaranya mengalami luka cukup parah di bagian telinga dan punggung akibat luka bakar.

“Banyak yang tidak bisa mendengar karena trauma ledakan,” kata Krissensiana menambahkan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus mengonfirmasi total korban mencapai 20 orang, terdiri atas 3 luka berat dan 17 luka ringan.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia. Semua korban kini sedang menjalani perawatan,” kata Lodewijk usai meninjau lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta. (jpc/ram)

 

 

 

 

 

 

Editor : Juli Rambe