JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh kelompok sasaran penerima manfaat tetap memperoleh layanan pemenuhan gizi secara berkelanjutan, meski aktivitas belajar-mengajar sementara dihentikan.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa distribusi MBG tidak mengalami penghentian selama libur semester. Kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok 3B), tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan. Sementara itu, siswa dan santri mendapatkan paket MBG dengan mekanisme khusus yang disesuaikan dengan kondisi libur sekolah.
“Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi, terutama bagi kelompok yang membutuhkan,” ujar Khairul.
Selama libur sekolah, BGN menerapkan sistem paket kombinasi. Setiap penerima manfaat memperoleh satu menu siap santap yang dimasak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta dua paket MBG kemasan yang dapat dibawa pulang. Paket kemasan tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah, yang disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan transparan, BGN juga menerapkan sistem dua totebag dengan warna berbeda, yakni biru dan merah. Setiap SPPG diwajibkan menyediakan kedua tas tersebut dan menggunakannya secara bergiliran.
“Penggunaan totebag berbeda warna memudahkan petugas memastikan paket sudah diterima dan mencegah potensi pengambilan ganda atau distribusi yang tidak sesuai data,” jelas Khairul.
Dari sisi anggaran, alokasi MBG tetap sebesar Rp15.000 per penerima manfaat. Anggaran tersebut dibagi dalam tiga komponen utama, yakni biaya bahan baku sesuai harga riil, biaya operasional minimum di luar honor relawan, serta biaya sewa yang dihitung berdasarkan rata-rata jumlah porsi pada kondisi operasional normal.
BGN juga menetapkan bahwa paket MBG kemasan dirancang dengan daya tahan maksimal dua hari. Kebijakan ini bertujuan menjaga keamanan pangan dan mencegah risiko konsumsi makanan yang melewati batas aman. Seluruh bahan pangan dipilih agar tetap bergizi sekaligus tahan disimpan pada suhu ruang.
Selain itu, pola distribusi MBG selama libur sekolah bersifat fleksibel. SPPG diperbolehkan membagikan paket MBG kemasan sehari sebelum libur, khususnya untuk mengantisipasi perbedaan kalender pendidikan di sejumlah daerah.
Dengan skema ini, BGN berharap program MBG tetap memberikan manfaat optimal dan memastikan pemenuhan gizi masyarakat sasaran tetap terjaga, meskipun sekolah sedang memasuki masa libur.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan