JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia. Meski hingga kini belum ada kasus yang ditemukan di tanah air, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Dirjen Penanggulangan Penyakit, Murti Utami, kemarin (1/2).
SE tersebut ditujukan kepada dinas kesehatan (Dinkes), Unit Pelaksana Teknis Kekarantinaan Kesehatan, fasilitas layanan kesehatan, hingga masyarakat umum agar selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan penyebaran virus Nipah.
“Virus Nipah belum ditemukan di Indonesia, namun kewaspadaan perlu ditingkatkan. Posisi geografis Indonesia yang dekat dengan negara terdampak serta mobilitas tinggi antarnegara membuat risiko masuknya virus tetap ada,” jelas Murti. Selain itu, temuan serologis dan deteksi virus pada kelelawar buah menunjukkan adanya potensi sumber penularan di wilayah nasional.
Skrining Intensif dan Pemantauan Kasus
Dinkes diminta memantau kasus suspek meningitis, influenza-like illness (ILI), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga pneumonia. Tujuannya adalah deteksi dini agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus Nipah.
Unit Kekarantinaan Kesehatan pun diperintahkan mewaspadai orang maupun alat transportasi dari negara yang tengah mengalami pandemi virus Nipah. Pemeriksaan suhu menggunakan thermal scanner wajib dilakukan di semua pintu masuk negara, termasuk bandara, pelabuhan, dan pos perbatasan.
Reagen Siap Digunakan
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan pemerintah telah menyiapkan reagen khusus untuk mendeteksi virus Nipah. “Kalau ada yang dicurigai, misalnya batuk tidak sembuh-sembuh, kita bisa melakukan skrining untuk memastikan penyebabnya, apakah Influenza, Covid-19, atau Nipah,” ujarnya.
Reagen tersebut akan segera didistribusikan ke seluruh laboratorium Kemenkes di Indonesia, sehingga deteksi dini dapat dilakukan secara merata di berbagai wilayah.
Virus ini dianggap tidak kalah berbajaya dari virus Covid-19. Anggapan itu dilihat dari penularan yang dapat terjadi melalui perantara hewan liar ke manusia.
Penyebab Virus Nipah:
- Virus pada hewan peliharaan se[erti kuda, kambing, domba, kucing, dan anjing.
- Virus dari babi yang terinfeksi
- Virus dari kelelawar buah (Famili Ptercopodidae)
Gejala Virus Nipah:
- Demam
- Sakit Kepala
- Nyeri otot (mialgia)
- Muntah
- Sakit tenggorokan
- Ensefalitis dan kejang
- Masalah pernafasan akut
- Pusing-pusing
- Koma dan tak sadarkan diri
Editor : Johan Panjaitan