Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Viral, Jamaah Umrah Asal Indonesia Meninggal Dunia saat Menunggu Pesawat Delay di Bandara King Abdulaziz

Juli Rambe • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:02 WIB
UMRAH: Menjalankan Umrah sebelum atau selama Ramadan adalah kesempatan langka untuk memperkaya pengalaman spiritual.(Instagram @ahmad_makkah786)
UMRAH: Menjalankan Umrah sebelum atau selama Ramadan adalah kesempatan langka untuk memperkaya pengalaman spiritual.(Instagram @ahmad_makkah786)

 

SUMUT POS- Viral di media sosial tentang seorang jamaah umrah asal Makassar, Sulawesi Selatan meninggal dunia di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi. 

Korban diduga wafat akibat kedinginan saat menunggu keberangkatan di bandara setelah penerbangannya mengalami penundaan atau delay selama 2 hari.

"Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel Ikbal Ismail, Selasa (10/2/2026).

Ikbal mengungkapkan peristiwa jamaah meninggal di bandara Jeddah ini terjadi pada Kamis (5/2) lalu. Pesawat dari maskapai Flyadeal yang menjemput rombongan jamaah umrah ini mengalami kerusakan pada bagian kaca pilot.

"Kejadiannya tanggal 5 Februari kemarin. Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jamaah ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak," kata Ikbal.

Ikbal mengaku telah menerima laporan dari Flyadeal terkait kejadian ini. Jemaah sempat diarahkan untuk menunggu di hotel, namun beberapa rombongan ternyata memilih menunggu di bandara.

"Jadi jemaah diarahkan oleh pihak maskapai Flyadeal ke hotel. Ternyata ada sebagian jamaah, rombongan, bukan satu travel, banyak travel di situ. Ada yang ke hotel, ada yang mau tetap di bandara menunggu sampai pesawat bagus," jelasnya.

Atas kejadian ini, pihaknya mengaku akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti korban meninggal. Namun dia menduga korban meninggal bukan karena kelaparan.

"Kalau kelaparan, kan banyak makanan di bandara. Maskapai harusnya dia bertanggung jawab, tapi Flyadeal juga sudah berniat bagus karena sudah menawarkan untuk ke hotel. Begitu saya dapat info sementara yah, ini sementara diperiksa pihak maskapainya sama penyidik Kemenhaj," katanya.

Diketahui, kejadian jamaah meninggal di bandara ini viral di media sosial. Tampak dalam video jemaah meninggal dibungkus kain putih hingga dibaringkan di kursi tunggu bandara.

Seorang perempuan perekam video melaporkan kondisi rombongan jamaah asal Makassar yang akan menumpangi pesawat Flyadeal telah delay selama 2 hari. Dia mengaku tak menerima kompensasi dan penanganan medis kepada korban meninggal.

"Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, ini semua yang sudah delay 2 hari tanpa dikasih kompensasi apapun. Dokter pun juga tadi tidak ada, sampai sekarang sampai meninggal dunia tidak ada," kata perekam dalam video. (bbs/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#Jamaah umrah asal makassar #Pesawat penjemout jamaah umrah delay #Jamaah umrah meninggal dunia