JAKARTA , Sumutpos.jawapos.com– PT Jasa Marga (Persero) Tbk memberikan potongan tarif tol sebesar 30 persen di sembilan ruas jalan tol strategis selama empat hari menjelang dan setelah arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih awal.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, diskon tarif berlaku pada 15–16 Maret 2026 saat periode mudik dan 26–27 Maret 2026 saat arus balik.
“Program ini merupakan bentuk dukungan kami untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026,” ujarnya.
Potongan tarif tersebut berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus pada sejumlah ruas tol utama. Di wilayah Tol Trans Sumatra, diskon diterapkan di Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT).
Sementara di wilayah Trans Jawa, potongan tarif mencakup Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jalan Layang MBZ, Jalan Tol Palimanan–Kanci, Jalan Tol Batang–Semarang, serta Jalan Tol Semarang Seksi ABC.
Adapun di kawasan Bandung dan sekitarnya, diskon berlaku di Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang) dan Padalarang–Cileunyi (Padaleunyi).
Menurut Rivan, kebijakan tersebut dirancang untuk mendorong masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan di luar periode puncak arus mudik maupun arus balik. Dengan begitu, distribusi lalu lintas di jaringan tol dapat lebih merata dan kapasitas jalan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret
Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026. Diskon tarif tol diharapkan menjadi stimulus agar pemudik tidak terfokus pada satu waktu tertentu.
Hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan sekitar 48 persen responden bersedia mengubah waktu perjalanan apabila terdapat kebijakan Work From Anywhere (WFA) disertai insentif seperti potongan tarif tol.
“Dengan pengaturan waktu perjalanan yang lebih fleksibel, distribusi lalu lintas bisa lebih merata dan layanan kepada pengguna jalan tetap sesuai standar pelayanan minimal jalan tol,” kata Rivan.
143 Juta Orang Diperkirakan Mudik
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memperkirakan sekitar 143 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini dengan berbagai moda transportasi. Angka tersebut setara dengan sekitar 50,2 persen dari total populasi Indonesia.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 1 Lubuk Pakam Masuk Tahap Penyidikan
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan akan menggelar Operasi Ketupat 2026 mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 389.681 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut. Selain itu, aparat juga menyiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis.
Pengamanan difokuskan pada 185.544 objek vital dan lokasi keramaian, termasuk 121.796 masjid, 54.516 lokasi salat Idul Fitri, 4.640 objek wisata, 2.962 pusat perbelanjaan, 618 terminal, 562 pelabuhan, 268 stasiun kereta api, dan 182 bandara.
Distribusi Pemudik Jadi Kunci
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan bahwa distribusi waktu perjalanan pemudik menjadi kunci utama untuk menghindari penumpukan arus lalu lintas.
Berdasarkan survei, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Namun dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, angka riil biasanya lebih tinggi sekitar 10 persen.
“Artinya bisa mencapai sekitar 155 juta orang yang bergerak. Karena itu distribusi waktu perjalanan sangat penting,” ujar Pratikno.
Pemerintah pun menerapkan sejumlah kebijakan pendukung, seperti fleksibel working arrangement (WFA) pada 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026, libur sekolah mulai 16 Maret 2026, serta cuti bersama Lebaran.
Antisipasi Cuaca dan Layanan Kesehatan
Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode mudik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi akibat dinamika atmosfer dan potensi bibit siklon.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca serta mengaktifkan 191 unit pelaksana teknis BMKG untuk pemantauan intensif.
Baca Juga: Dorong Kolaborasi Lintas Lembaga, Wamenaker Bahas Isu Ketenagakerjaan di Kejati Sumatera Utara
Di sisi kesehatan, lebih dari 2.700 pos layanan kesehatan disiagakan di sepanjang jalur mudik. Pemerintah juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi angkutan umum, termasuk pengecekan tekanan darah, gula darah, tes alkohol, hingga pemeriksaan narkotika dan zat adiktif lainnya.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar, dan selamat bagi seluruh masyarakat.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan