Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jamaah Haji Asal Labuhanbatu akan ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026

Juli Rambe • Sabtu, 25 April 2026 | 22:51 WIB
SAMBUT: Kakan Kemenhaj dan Umrah Labuhanbatu menyambut kunjungan Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Sumut ke dalam acara manasik Haji Akbar 2026 (Dok: Fajar/ Sumut Pos)
SAMBUT: Kakan Kemenhaj dan Umrah Labuhanbatu menyambut kunjungan Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Sumut ke dalam acara manasik Haji Akbar 2026 (Dok: Fajar/ Sumut Pos)

 

LABUHANBATU, SUMUT POS- Kabupaten Labuhanbatu mulai mematangkan persiapan pemberangkatan jamaah calon haji (CJH).

Untuk tahun ini, ada 224 orang jamaah yang akan bergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13 dari Embarkasi Medan (Kualanamu). 

"Data resmi, seluruh CJH asal Labuhanbatu tergabung dalam Kloter 13 Embarkasi Medan," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Labuhanbatu, Mahdan Munthe, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga: Jamaah Haji Asal Padanglawas Masuk Asrama Haji pada 30 April 2026

Rincian jadwalnya, lanjutnya jemaah akan dilepas dari daerah asal pada Selasa, 5 Mei 2026. Proses pemberangkatan terpusat di lokasi yang ditentukan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu sebelum menuju ke Asrama Haji Medan.

Setelah transit dan persiapan akhir di asrama haji, jamaah dijadwalkan bertolak menuju Tanah Suci pada Rabu, 6 Mei 2026 dari Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.

Tiga pilar pendamping jamaah dari daerah Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara (Labura) telah ditetapkan: Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) adalah Muhibbun (berasal dari Labura). Bertugas memandu prosesi ibadah haji dari awal hingga akhir.

Kemudian, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) ditugaskan kepada Ustaz Tukino (asal Labuhanbatu). 

Fokus pada bimbingan manasik dan tuntunan ibadah sehari-hari di Tanah Suci.

Sedangkan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKI) kepada dr Nilayani (berasal dari Labura). Memberikan layanan kesehatan preventif dan kuratif bagi jamaah selama perjalanan dan di Arab Saudi.

Mekanisme pembagian kartu Nusuk, kata Kakan Kemenhaj dilakukan saat jamaah sudah tiba di Embarkasi Medan (Kualanamu), bukan di daerah asal. Dengan demikian, jamaah tidak perlu mengurus secara mandiri di Labuhanbatu. Hal ini dinilai memudahkan dan mengurangi potensi kesalahan administrasi.

“Nusuk dibagikan saat di embarkasi Medan, jadi semua aman. Tidak ada kendala,” demikian pernyataan singkat dari salah satu petugas.

Seluruh dokumen perjalanan dan izin digital telah dipastikan lengkap pada saat pemberangkatan dari Kualanamu. (fdh/ram)

Editor : Juli Rambe
#kemenhaj sumut #haji asal labuhanbatu #jamaah haji asal indonesia #Haji 2026