Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Sopir Taksi Listrik Telah Diperiksa Polisi

Juli Rambe • Kamis, 30 April 2026 | 06:00 WIB
Kondisi mobil taksi yang diduga menjadi penyebab kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data KAI sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka, akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuterline. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Kondisi mobil taksi yang diduga menjadi penyebab kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data KAI sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka, akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuterline. FOTO: SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

 

SUMUT POS- Polda Metro Jaya memastikan penyidik sudah memeriksa sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP terkait kecelakaan kereta yang melibatkan KRL dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4).

Selanjutnya masinis dan petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga akan diperiksa. 

”Driver taksi online (Green SM) inisial RRP diminta keterangan (oleh polisi) kemarin dan hari ini di Polrestro Bekasi Kota,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada awak media pada Rabu (29/4). 

Baca Juga: Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan Kasus Penganiayaan

Dalam penyidikan kecelakaan itu, sopir taksi listrik tersebut menjadi salah satu kunci. Sebab, kecelakaan yang sudah menelan 16 nyawa bermula dari insiden yang melibatkan KRL dengan taksi berkelir hijau menyala itu.

Setelah menggali keterangan dari sopir, penyidik akan memeriksa saksi-saksi lain dari KAI, termasuk masinis yang bertugas. 

”Agenda pemeriksaan petugas ( yang terdiri atas masinis, petugas stasiun, polsuska) dari PT. KAI akan dilaksanakan di kantor PT. KAI besok, hari Kamis tanggal 30 April 2026,” ucap Budi.

Sebelumnya, Budi sudah menegaskan bahwa seluruh dugaan penyebab terjadinya kecelakaan maut tersebut akan didalami oleh polisi. Termasuk kemungkinan faktor kelalaian manusia (human error) dan gangguan sistem komunikasi dalam operasional kereta api.

”Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ucap dia.

Pemeriksaan juga dilakukan secara menyeluruh. Termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang berada di atas KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Berdasar hasil penyelidikan sejauh ini, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kecelakaan itu bermula dari taksi listrik yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. 

Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu terjadinya insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Data terakhir siang tadi menyebut jumlah korban kecelakaan mencapai 106 orang. Sebanyak 90 korban luka-luka dan 16 korban meninggal dunia. 

Dari 90 korban luka, 46 diantaranya sudah diperbolehkan pulang. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#kecelakaan krl #krl di bekasi timur #taksi listrik Green SM