Terungkap! Bunker Rahasia di Sekolah Simpan Ratusan Senjata dan Narkoba

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 08:37 WIB
Beberapa senjata baik laras panjang dan pendek yang diamankan dari sebuah bunker rahasia di salah satu sekolah yang ada di Jakarta Selatan. (Jawa Pos/Sumut Pos)
Beberapa senjata baik laras panjang dan pendek yang diamankan dari sebuah bunker rahasia di salah satu sekolah yang ada di Jakarta Selatan. (Jawa Pos/Sumut Pos)

 

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Sebuah temuan mengejutkan mengguncang dunia pendidikan. Ratusan senjata, amunisi, narkoba, hingga mesin pembuat peluru ditemukan tersimpan di sejumlah ruangan tertutup dalam kompleks sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Yang lebih mengejutkan, salah satu ruangan menyerupai bunker hingga kini belum berhasil dibuka.

Seluruh barang bukti kini diamankan kepolisian. Penyidik masih menyelidiki asal-usul, kepemilikan, serta kemungkinan adanya aktivitas ilegal yang berlangsung di balik ruangan-ruangan tersebut.

Kuasa hukum yayasan dari Kantor Hukum Maqdir Ismail & Partners, Hermawanto, mengatakan identitas sekolah sengaja dirahasiakan demi melindungi nama baik siswa dan keberlangsungan proses belajar mengajar. Sekolah itu diketahui menaungi jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga: Burnout Tak Bisa Jadi Alasan Nakes Lontarkan Komentar Nirempati

Kasus ini bermula setelah pengurus yayasan memberhentikan Ketua Yayasan berinisial IWD pada 18 April 2026. Pemberhentian dilakukan menyusul dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan.

Menurut Hermawanto, dana yayasan diduga digunakan untuk membeli sebidang tanah yang kemudian diatasnamakan istri IWD. Sang istri, yang juga menjabat sebagai anggota pembina yayasan, turut dinonaktifkan.

"Setelah diberhentikan, IWD tidak mengembalikan seluruh kunci ruangan. Ruang kerja, gudang penyimpanan, hingga satu ruangan menyerupai bunker tetap terkunci dan hanya bisa diakses beliau beserta orang-orang kepercayaannya," ujarnya, Kamis (6/8).

Dibuka dengan Pendampingan Polisi

Untuk mengambil alih seluruh aset yayasan, pengurus meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan membuka ruangan-ruangan yang selama bertahun-tahun tidak dapat diakses.

Proses pembukaan dilakukan pada 10–11 Juli 2026. Saat pintu-pintu berhasil dibuka, petugas menemukan temuan yang jauh dari dugaan awal.

Baca Juga: Mengenal Forest Bathing, Terapi Hutan yang Bisa Redakan Stres dan Jaga Kesehatan Tubuh

Di dalam ruangan tersimpan 995 pucuk senjata genggam, satu senjata laras panjang jenis shotgun kaliber 12/70, ribuan amunisi, serta berbagai aksesori senjata.

Temuan semakin bertambah ketika ruangan lain dibuka kembali pada Rabu malam (5/8).

Petugas menemukan laras senjata kaliber 5,56 mm, pistol kaliber 9 mm dan 40 mm, magasin Glock dan Walther, komponen senjata jenis M4 beserta magazinnya, mesin pembuat peluru, narkotika jenis sabu dan ganja, hingga sekitar 25 keping CD bermuatan pornografi.

Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, yang turut menyaksikan proses pembukaan ruangan, mengaku prihatin atas temuan tersebut.

"Di sekolah yang kita hormati, tempat anak-anak belajar, ternyata ada dugaan aktivitas pembuatan senjata. Bahkan dibangun bunker dengan pintu belakang yang diduga digunakan untuk keluar-masuk barang tanpa diketahui orang lain," katanya.

Menurut Untung, pemeriksaan awal menunjukkan sejumlah laras memiliki alur di bagian dalam, salah satu karakteristik laras senjata api. Namun kepastian jenis dan fungsi seluruh barang masih menunggu hasil uji forensik.

Baca Juga: 54 Juta Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Defisit Terancam Rp2 Triliun per Bulan

Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Sebagian barang juga dititipkan di Gudang Senjata Negara (Wasendak) Polda Metro Jaya.

Yayasan meminta polisi melakukan pemeriksaan forensik secara menyeluruh guna memastikan jenis senjata, asal-usul, hingga pihak yang memiliki seluruh barang tersebut.

Bunker Misterius Belum Berhasil Dibuka

Meski sejumlah ruangan telah dibuka, masih terdapat satu ruangan menyerupai bunker yang tetap tertutup rapat.

Yayasan meminta kepolisian segera membuka ruangan tersebut karena dikhawatirkan masih menyimpan barang-barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan warga sekolah.

Selama 15 Tahun Dikuasai Satu Orang

Hermawanto mengungkapkan, selama kurang lebih 15 tahun menjabat Ketua Yayasan, IWD menjadi satu-satunya pihak yang menguasai akses ke ruangan-ruangan tersebut.

Guru maupun karyawan sekolah disebut tidak diperkenankan masuk tanpa izin.

"Begitu beliau diberhentikan, orang-orang yang selama ini bekerja di ruangan itu juga meninggalkan sekolah tanpa pemberitahuan," katanya.

Baca Juga: RDP Ungkap Izin Kandang Ayam Bodong, Pengusaha Mengaku Tertipu Rp1,1 Miliar

Selain temuan senjata, yayasan juga telah melaporkan penemuan narkoba, CD pornografi, dan mesin pembuat peluru kepada Polres Metro Jakarta Selatan.

Di sisi lain, perkara dugaan penyalahgunaan keuangan yayasan masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hermawanto menilai penyimpanan senjata dalam lingkungan sekolah merupakan persoalan yang sangat serius karena berpotensi membahayakan keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah apabila jatuh ke tangan yang salah.

Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap siapa pemilik seluruh barang tersebut, bagaimana barang-barang itu bisa berada di lingkungan sekolah, serta apa yang sebenarnya tersimpan di balik bunker yang hingga kini masih misterius.

Polisi Selidiki Asal-usul Senjata

Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya penemuan senjata di salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan langsung melakukan penyelidikan.

Menurutnya, penyidik masih mendalami asal-usul senjata, pihak yang menyimpannya, serta tujuan penyimpanan barang-barang tersebut.

Polisi juga belum mengungkapkan jenis maupun jumlah keseluruhan barang bukti yang ditemukan karena seluruhnya masih dalam proses identifikasi.

"Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan," tegas Joko.

Ia memastikan penyelidikan dilakukan secara bertahap dan hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah proses penyidikan menunjukkan perkembangan yang signifikan. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
bunker amunisi sekolah jakarta selatan senjata