sumutpos.jawapos.com - Pemerintah berencana melakukan perombakan terhadap buku pelajaran tingkat SD hingga SMA. Rencana tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dan melihat langsung kondisi buku ajar yang digunakan para siswa.
Melansir Instagram @cretivox, Senin (10/8/2026), dalam peninjauan tersebut, Prabowo menilai kualitas buku pelajaran masih perlu mendapat perhatian, terutama dari sisi ketahanan bahan, kualitas cetakan, serta kenyamanan saat digunakan dalam proses belajar mengajar.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kondisi fisik buku yang dinilai mudah rusak. Pemerintah ingin memastikan buku pelajaran yang diterima siswa memiliki standar kualitas lebih baik, mulai dari jenis kertas hingga hasil pencetakan.
Baca Juga: MUI Jelaskan Hukum Uang Pendaftaran Lomba 17 Agustus, Bisa Jadi Haram Jika Jadi Hadiah
Evaluasi terhadap kualitas buku juga akan dilakukan dengan membandingkan standar penerbitan buku pendidikan di Indonesia dengan negara lain. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan buku ajar yang tidak hanya berisi materi berkualitas, tetapi juga nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Selain ketahanan fisik, ukuran huruf dalam buku pelajaran turut menjadi perhatian. Ukuran teks yang selama ini banyak digunakan, yakni sekitar 11 hingga 12 poin, dinilai kurang ideal bagi sebagian siswa karena dapat membuat mata lebih cepat lelah, terutama ketika membaca dalam waktu lama.
Pemerintah ingin menghadirkan buku pelajaran dengan desain yang lebih menarik, tata letak yang lebih mudah dipahami, ukuran huruf yang lebih nyaman, serta penggunaan bahan yang lebih kokoh.
Baca Juga: Jalan Penghubung Sudua'ori–Gomo Putus Total, Bupati Nisel Minta Penanganan Darurat Segera
Perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan pengalaman belajar siswa. Buku pelajaran bukan hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi salah satu sarana penting dalam membangun minat baca dan pemahaman peserta didik.
Dengan pembaruan tersebut, pemerintah berharap kualitas pendidikan nasional dapat meningkat melalui penyediaan bahan ajar yang lebih layak, ramah bagi siswa, dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.(lin)
Editor : Redaksi